Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

tanya Lintang yang sudah menceburkan diri kedalam sungai. “Itu …” jawab Kelenting Sari yang melihat ada ulat bulu cukup besar mengambang ke arahnya. Lintang segera membuang ulat tersebut dengan mengalirkan arus air pada arah berbeda. “Dasar wanita, kau itu pendeka ….” Ucapan Lintang tidak selesai saat kedua bola matanya melihat sesuatu yang tidak semestinya dilihat, darah merah seketika merembes dari hidungnya mengalir membasahi bibir.
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Desa Pulo Majeti

Desa Pulo Majeti

Kuntilanak itu terus cekikikan dengan suara mengerikan yang membuat tubuh mereka seperti baru saja disiram air es. “Udahlah, aku yakin itu juga palsu,” kata Glen bersikeras. “Nih, gue lempar!” teriaknya, lalu dengan sekuat tenaga melempar batu di tangannya ke puncak pohon asam. Namun, apa yang terjadi benar-benar di luar dugaannya. Batu itu terlihat menembus kuntilanak itu dan berakhir jatuh ke tanah.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Apalagi beberapa hari ke belakang dia sengaja mendatangkan orang pintar untuk memihta perlindungan. "Dasar setan bodoh!" Tirta berbalik, jantungnya hampir copot saat mendapati kuntilanak berdiri tepat di depannya dengan tersenyum lebar, matanya yang putih semua melotot. Perlahan kuntilanak itu membuka bibirnya, hingga membuat cairan merah dan bau amis keluar menyeruak dari mulutnya. "Aaaaaa!" Tirta mundur sambil menutup wajahnya ketakutan.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras. Di tengah riuhnya suara hujan, Rian tiba-tiba datang mengetuk pintu rumah Kakek dan nenekku. "Lintang, cepat keluar! Hujannya turun!" Aku ditarik olehnya dan kami berlari ke teras, lalu berjalan pelan menembus gerimis yang mulai mereda. Tetesan air jatuh membasahi bumi, suasananya begitu tenang, tetapi terasa megah.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Dimulai dari melepas sepatu, baju ,ikat pinggang dan terakhir celana jeans dan membuangnya asal, menyisakan celana dalam yang menutupi bagian kejantanannya yang sudah mengeras. Dengan maksud untuk membangunkan Ganindira yang maih terlelap dengan kembali bercinta, dirinya mendapati ranjang yang ditiduri dirinya dan Ganindira kosong. Dengan pelan, kakinya melangkah kearah kamar mandi dan membukanya, Didalam sana dirinya mendapati selimut yang terletak menggenaskan dilantai.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Janji Suci Yang Retak

Janji Suci Yang Retak

Amanda tidak menyangka akan dijodohkan dengan Arman, seorang pemuda dari keluarga konglomerat. Amanda berpikir pernikahannya akan membawa kebahagiaan, tapi kenyataannya tidak seperti harapannya.
680 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Janin Tersangkut di Jalan Lahir Ibunya

Janin Tersangkut di Jalan Lahir Ibunya

Hujan lebat yang hanya terjadi di selama 15 menit tadi tidak menghalangi para warga melakukan kebiasaan mereka. Warga Desa Kunti yang meninggal karena melahirkan harus dikubur malam itu juga sebab desas-desusnya kuntilanak merah akan mengacau jenazah sepanjang malam jika tidak segera dikuburkan. Terlebih ibu yang meninggal dengan anak masih di dalam perutnya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

Dan bagi Karina, perjuangan panjangnya untuk membalas perlakuan sandipun akhirnya membuahkan hasil, meskipun dengan harga yang tak terbayangkan. Di tengah malam yang pekat, hujan deras mengguyur kota, menciptakan suasana yang mencekam. Sandi duduk di ruang kerjanya yang kini sunyi, mata lelahnya memandangi layar komputer yang menampilkan angka-angka merah. Di situ, kenyataan pahit terungkap: perusahaannya bangkrut. Bukti-bukti menunjukkan manipulasi data keuangan—sesuatu yang tak mungkin terjadi tanpa ulah Karina, dan karina kabur di sebuah villa.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Orang yang menyelamatkan Tania memberinya tiket ke Kota Sulin dan juga memberinya pakaian bersih serta sepatu. Karena skandal dengan Felix, Tania telah dipecat dari perusahaan. Putrinya pun dikirim kembali ke panti asuhan dan dianiaya oleh Felix. Pada saat ini, dia tidak lagi memiliki rasa sayang pada Felix, yang tersisa hanya kebencian. Tania menggenggam erat undangan yang terbuat dari emas murni di tangannya sambil menggertakkan giginya, "Dasar Felix yang kejam dan pengkhianat, kali ini aku akan hancurkan reputasimu!"
17.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar bulan menerangi wajahnya, membuatnya terlihat seperti ilusi. Debur ombak yang menghantam pantai terdengar begitu jelas di malam yang sunyi. Hatiku rasanya seperti tertimpa batu besar, sangat menyakitkan. Setelah waktu yang sangat lama berlalu, Ibu membuang ponselnya ke dalam laut. Lalu dia memberiku uang dua puluh ribu, memegang bahuku dan berkata padaku. "Yolanda, tolong belikan Ibu sebotol air, ya?"
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status