TEMAN HIDUP
"Setiap bosan, coba ingat betapa bersyukurnya kamu punya dia. Betapa pasanganmu anugerah terindah yang Tuhan berikan untukmu. Dia baik, menghargaimu, selalu mengusahakan yang terbaik untukmu, menjadi orang paling khawatir padamu, selalu mendoakan panjang umur disertai kebaikan. Dan yang paling penting, dia mencintaimu. Itu luar biasa 'kan?"
Lagi-lagi ucapan ayah membuat Adia dan Anisa terdiam, mencoba menyerap kata-kata yang barusan dilontarkan.
"Sudah adzan, sholat magrib di masjid terdekat aja, Yah."
Setelah menyelesaikan ibadah, mereka menikmati bakso di depan masjid itu. Lantas melanjutkan perjalanan. Kali ini Hanif yang nyetir. Adia, Anisa dan ibu tertidur di jok belakang.
Hot Chapters