Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Ia bangkit berdiri. Bersamaan dengan itu, seorang wanita berambut sebahu berjalan ke arah pelaminan. Tempat di mana aku dan Mas Adry duduk bersanding. Wanita itu lebih pendek dariku, tingginya sekitar 150 cm. Mengenakan kebaya modern berwarna pink. Wanita itu berjalan dengan elegan, menonjolkan area dadanya yang sedikit terbuka. "Selamat ya, Bang!" ujarnya sambil menyalami Mas Adry.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as rohan bunga
Read
+Library
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Hampir semua foto menempatkan Maya di tengah, bersinar, sementara Delina hanya pelengkap di samping. Sampai akhirnya ia tiba di halaman yang membuat jantungnya berdegup kencang. Foto pertunangan Maya dan Vano. Maya tampak cantik dengan gaun sederhana, tersenyum lebar di samping Vano yang gagah dengan jas hitam. Tapi Delina melihat sesuatu yang tak pernah ia sadari dulu—sorot mata Vano. Bukan ke Maya. Melainkan ke dirinya, yang berdiri sedikit di belakang, memegang bunga.
9.95.6K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as rohan bunga
Show Reviews (80)
Read
+Library
Autumn Sky
ceritanya bagus dan alurnya pun mengalir. Penulisannya pun juga rapi, jadi waktu dibaca enak. Namun, saya masih menemukan beberapa kesalahan kecil di sini, tapi itu bisa diabaikan dan tidak mengganggu kenyamanan dalam membaca. Ayo kamu update lagi ceritanya, aku menunggunya
Skyler Artemis
aku jarang baca novel dengan sudut pandang orang pertama, tapi aku menemukan novelmu enak untuk dibaca. Ide ceritanya mungkin mainstream tapi pengemasannya fresh dan rapi penulisannya. Ayo update terus, aku tunggu kelanjutannya.
Read All Reviews
Ranjang Panas Sang Arjuna

Ranjang Panas Sang Arjuna

Nadia melirik bunga yang dibawa Arjuna, bunga dari dekorasi yang dia ambil untuk diberikan kepada Nadia. "Tidak modal sekali," gerutu Nadia lalu dia turun dari panggung dan menerima bunga pemberian Arjuna. "Terima kasih, Tuan," ucap Nadia sambil tersenyum untuk menghargai Arjuna di depan banyak orang. "aku sungguh terkejut saat kamu muncul sebagai pemilik perusahaan yang sedang berkembang ini, sekali lagi aku ucapkan selamat," ucap Arjuna.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as rohan bunga
Read
+Library
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Aku menemani Marissa dan meletakkan karangan bunga di sebuah batu nisan yang berukir nama Rangga. Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kematian, dan beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Tapi, aku menatap Marissa dengan lembut. "Aku hanya berharap putriku aman dan bahagia."
6.4K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as rohan bunga
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Sesuatu yang pelan, hampir tidak terlihat. Seperti bunga yang baru mulai membuka kelopaknya. - Neriel menyimpan bunga kecil itu di tangannya dengan hati-hati, seolah benda sederhana itu memiliki berat yang lebih dari sekadar beberapa kelopak. Alira bersandar di meja kasir, masih memperhatikan dengan ekspresi yang setengah ingin tahu, setengah terhibur. “Jadi,” katanya ringan, “kau datang dari tebing hanya untuk membeli satu bunga yang bahkan tidak kau ketahui namanya?”
10621 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as rohan bunga
Read
+Library
RAVANGGHEA

RAVANGGHEA

’’ Dumel Pria dengan ciri khas Headphone yang selalu bertenger di lehernya. ‘’Lah? Lo ga tau si Celo kan berangkat bareng sama ciwi cantik.’’ Sahut Pria yang memiliki ciri khas memakai bandana merah, dengan rambut hitam lebat, tindik di telinga sebelah kiri, dan cincin di telunjuknya. ‘’Apa hubungan-nya malih???’’ ‘’Celo kan berangkat bareng cewek, otomatis dia juga ngantin duluan bareng tu cewek.’’ Balasan Random itu dibalas dengusan oleh Edwin.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as rohan bunga
Read
+Library
60 Hari Pernikahan Kontrak dengan Pewaris

60 Hari Pernikahan Kontrak dengan Pewaris

“Apa nama bunga itu?” Pertanyaan sederhana dan spontan yang keluar dari mulut Alice menggelitik perasaan Theodor. “Rose Julliet, bunga ini hanya tumbuh di Sri Langka dan mekar setahun sekali di waktu malam, satu potnya kau bisa menukarnya dengan salah satu mobil di kediaman keluarga Borsman.” Alice mengatupkan bibirnya seketika, takjub sekaligus tidak mengerti mengapa bunga bisa semahal itu, ataukah memang menjual bunga akan mendapatkan banyak keuntungan? Alice cukup pandai dalam mengurus kebun.
9.8296.5K viewsCompletedAdded to Library 7.7K Times as rohan bunga
Show Reviews (45)
Read
+Library
Stalviana Suthida Vendra Vendriana
Membaca untuk yg kedua kalinya. jujur saja belum bisa move one dari second male lead yang dikemas terlalu sempurna hingga membuat galau harus pilih siapa. perkembangan karakter perempuan yang tidak tahu apa-apa dan mengalami trauma berat, berjalan tidak berlebihan dan realistis.
kyara
selalu keren klo bikin cerita author satu ini, bahasa dan kata² nya bermakna. Di tunggu kisah Theodor Eniko. Nanya ya Thor, dicerita ini Hayes blm ikut lomba polocrosse dgn Mante, Helian, berarti duluan kisah Lillyan Mante ya..
Read All Reviews
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Rangga menghampiri Retno pencuri lalu berkata "Aku sudah membayarnya dengan kain batik, apa itu kurang cukup?!" Retno pencuri hanya mendengus "Huuh, kain itu nilainya tidak sepadan dengan khasiat bunga itu. Bunga itu dapat menyambung nyawa orang yang sudah tidak mampu lagi melawan penyakitnya. Kami menyebutnya Bunga Sambung Nyawa, sayangnya bunga itu hanya berbunga seratus tahun sekali." Rangga tertegun tak menyangka nilai bunga itu begitu tinggi, bahkan menurutnya nilai bunga itu tidak bisa dinilai dengan uang.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as rohan bunga
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Di hari yang sama pun Karan langsung melamar Reina, memberikan hadiah sebuah cincin sebagai tanda keduanya sudah saling mengikat. “Hari itu terlalu rumit untuk kuingat lagi, tapi setiap detik dan masa-masanya masih tergambar jelas dalam ingatanku. Aku masih ingat dengan jelas hari Sabtu siang Karan memberikan kabar bahwa dirinya melakukan perjalanan menuju ke kampung halaman tempat kami tinggal. Dia memberikan kabar bahwa hujan menyertai perjalanannya.” “Apakah hanya karena hari itu begitu sulit bagimu melepaskan Karan dalam hidupmu?”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as rohan bunga
Read
+Library
Salah Ranjang

Salah Ranjang

kata bocah laki-laki berusia sekitar sepuluh tahu itu seraya mengangkat satu kantong plastik transparan berisi mangga muda. Seketika mata Rhea berbinar. “Wah, benarkah? Tentu saja!” ucapnya seraya meminta mangga itu dari bocah itu. Kemudian ia segera mengambil uang dan diberikannya pada si bocah. “Ini terlalu banyak, Kak,” kata bocah itu menolak uang Rhea senilai seratus ribu. “Tidak apa-apa. Ambil saja kembaliannya. Terima kasih, ya,” ucap Rhea dengan senyuman mengembang.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as rohan bunga
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status