Teman Tapi Suami Istri
Saat pertama kali Rafi membuka pintu kamarnya dengan lebar-lebar, wanita itu hanya bisa terpesona.
“Sebenarnya ini kamar cadangan, kalau ada tamu bisa tidur di kamar ini, tapi sekarang sudah jadi kamar kamu, sudah saya rapihkan sedikit juga, tapi maaf kalau nggak sesuai sama kamu.”
“Nggak papa Mas, bagus.”
“Yasudah semoga betah, kalau ada yang kurang dan ada apa-apa langsung bilang ke saya ya?”
Sarah sewaktu itu hanya mengangguk saja, ia belum lepas memandangi kamarnya hingga Rafi berpamit untuk kembali turun.