Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hot Brother

Hot Brother

Dari nada yang terlontar sepertinya gadis itu sangat tidak suka. "Siapa Bibi Rosi?" Erik bertanya, pria itu membalikkan tubuhnya untuk bersandar pada tembok pembatas agar leluasa menatap wajah cantik Kalila. "Dia adalah wanita yang akan merebut papi dari aku," ucap Kalila dengan pandangan lurusnya, namun saat mendengar pria di sebelahnya itu terkekeh dia seketika menoleh. "Kenapa kau tertawa?" tanyanya tidak suka.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

"Rosa pernah jadi pasien di klinik Paman Hanif.'' Nyi Baisucen memotong kalimat Rosa. Dan hal itu membuat Rosa merasa heran. Sari merasa ada yang aneh, apalagi dia juga melihat wajah Rosa tampak bingung. "Kau pernah berobat ke klinik Bibi Bai, Rosa?" selidik Sari. "Em … iya. Aku pernah berobat ke klinik Bibi Bai," kata Rosa pada akhirnya meski agak gugup juga bingung. Rosa tau, ada hal yang disembunyikan Nyi Baisucen dari Sari. Tapi dia pun tak tau tentang apa. Dia berpikir akan menanyakannya lain waktu.
9.312.3K viewsCompletedAdded to Library 381 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
CEO DINGIN ITU JODOHKU

CEO DINGIN ITU JODOHKU

kata Jingga. “Mending lo ga usah pikirin tentang si Rania itu deh, kan kita bisa enjoy aja nikmat in pestanya tuh liat bentar lagi djnya mulai!” ucap Rosi. “Tau lah, aku mau ke toilet dulu!” ketus Shakira.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Terkabulnya Do'a Sang Mantan

Terkabulnya Do'a Sang Mantan

Tapi mungkin beliau tahu, bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan. "Ya udah, Ibu jangan banyak pikiran ya. Biar cepat sembuh, nanti aku bilang sama Ibu kalo seandainya Kang Aldi ngasih kabar." Bu Rosi tersenyum lalu beliau berlalu ke luar rumah. **
101.5K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

Hati ini sedikit resah. "Kamu, Rosi, kan?" sapanya begitu sampai ke mejaku. Sida melongo melihat orang yang dipujinya tadi malah menyapaku. "Sejak kapan lu punya ilmu pelet pengasihan, setiap yang gue suka, nemploknya di elu, Rosi?" bisik Sida bernada protes. "Kemarin Ridwan, sekarang...yang onoh!" "Siapa sih dia?" lanjut Sida kepo.
9.515.3K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Rumah Risa

Rumah Risa

"Kamu tahu apa yang harus dilakukan." Laras merasa ketakutan saat melihat tangan pucat dan kurus muncul dari kegelapan di belakang altar, meraih makanan itu. Tanpa sadar, dia mundur, menahan napas. Siapa atau apa yang ada di balik kegelapan itu? Dan apa yang sebenarnya terjadi pada orang tua Dewi?
10868 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
ROSES

ROSES

Tapi, selalu saja ada yang mengganggu. Varose menuntun Chanie kearah kamar yang letaknya di lantai dua. Karena Varose telah bersiap, gadis itu hanya menunggu Chanie selesai mengganti pakaian dan membantu gadis itu merias sedikit. "Kulitmu semakin halus, pasti Bibi sangat merawatnya." ucap Varose ketika serbuk bedak memoles wajah Chanie.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Tanyanya. "Enggak ada." "Dih, tadi kamu bilang ada makanan." "Ikut aku dulu, baru kita beli makanan." "Ih curang, tau gitu tadi enggak usah aku bukain pintunya," ucap Risa kesel, bisa-bisanya Randi membohonginya padahal tadi Risa sudah sangat semangat. "Yakin enggak mau ikut? Aku yang traktir, loh. Ini kan lagi bulan tua, jarang loh aku baik gini," ucap Randi mencoba untuk mempengaruhi Risa.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Gadis yang mengenakan jilbab putih ini tampak kaget saat mengetahui ada aku yang sedang duduk di samping tempatnya berbaring. “Kamu sudah sadar, Bi? Kamu nggak papa? Kepala kamu masih sakit?” cecarku. Aku memang sangat khawatir dengan keadaanya. Dengan sedikit kesusahan, Bia berusaha bangkit, mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. “Kamu ngapain di sini, Qi?” tanyanya, tanpa sedikit pun menjawab pertanyaanku tadi.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
ANAKKU PULANG SEPERTI PEMBANTU

ANAKKU PULANG SEPERTI PEMBANTU

“Kita akan buat hidupnya tak tenang dan segera meninggalkan kampungnya, Bu. Toh kita masih banyak cara kok.” “Ya Rosi. Ibu setuju dengan ucapanmu itu. Kita punya uang bisa mengalahkan para binatang miskin.” Wow, ia menyebut kata ’binatang’ membalas ucapanku? Tak masalah, aku punya mulut menjawab kok. Lagian, aku sama sekali tak takut karena apa yang dilontarkan seperti ancaman. “Jen, kalau kamu punya anak gadis, ajari dia bicara yang baik dan sopan. Kalau tidak nggak bakalan dapat jodoh.” Ini sindirian untuk mulut Rosi.
8.463.2K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status