Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hot Brother

Hot Brother

Dari nada yang terlontar sepertinya gadis itu sangat tidak suka. "Siapa Bibi Rosi?" Erik bertanya, pria itu membalikkan tubuhnya untuk bersandar pada tembok pembatas agar leluasa menatap wajah cantik Kalila. "Dia adalah wanita yang akan merebut papi dari aku," ucap Kalila dengan pandangan lurusnya, namun saat mendengar pria di sebelahnya itu terkekeh dia seketika menoleh. "Kenapa kau tertawa?" tanyanya tidak suka.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

"Rosa pernah jadi pasien di klinik Paman Hanif.'' Nyi Baisucen memotong kalimat Rosa. Dan hal itu membuat Rosa merasa heran. Sari merasa ada yang aneh, apalagi dia juga melihat wajah Rosa tampak bingung. "Kau pernah berobat ke klinik Bibi Bai, Rosa?" selidik Sari. "Em … iya. Aku pernah berobat ke klinik Bibi Bai," kata Rosa pada akhirnya meski agak gugup juga bingung. Rosa tau, ada hal yang disembunyikan Nyi Baisucen dari Sari. Tapi dia pun tak tau tentang apa. Dia berpikir akan menanyakannya lain waktu.
9.312.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
CEO DINGIN ITU JODOHKU

CEO DINGIN ITU JODOHKU

kata Jingga. “Mending lo ga usah pikirin tentang si Rania itu deh, kan kita bisa enjoy aja nikmat in pestanya tuh liat bentar lagi djnya mulai!” ucap Rosi. “Tau lah, aku mau ke toilet dulu!” ketus Shakira.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

Hati ini sedikit resah. "Kamu, Rosi, kan?" sapanya begitu sampai ke mejaku. Sida melongo melihat orang yang dipujinya tadi malah menyapaku. "Sejak kapan lu punya ilmu pelet pengasihan, setiap yang gue suka, nemploknya di elu, Rosi?" bisik Sida bernada protes. "Kemarin Ridwan, sekarang...yang onoh!" "Siapa sih dia?" lanjut Sida kepo.
9.515.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Suara bisik-bisik yang semula riuh seketika lenyap, berganti hening. Romi dan Rosi adalah murid terbaik di sana. Mereka berdua terkenal memiliki kekompakan sebagai saudara kembar yang sulit ditandingi oleh lawan. Meski Teja hebat, menghadapi dua murid andalan sekaligus sama saja cari mati. Rosi maju ke pusat lingkaran sembari memapah Romi. "Kita habisi cowok sombong itu berdua," ucapnya sinis dengan gigi terkerut erat.
9.8109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai rosi pidi baiq
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Nickie
izin promosi bisa dibaca novel baru judulnya kesempatan kedua pangeran...yang suka membalikkan keadaan, balas dendam, penyelamatan keluarga dan cinta, pewaris kaya, bisa dicoba baca buku ini.... bisa kasih saran untuk perbaikan ke depannya..terima kasih
Baca Semua Ulasan
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

pamit Gendhis. "Ah elahhhh! Baru juga jam sepuluh!" cegah Rosi. "Aku besok ada banyak jadwal penting, lagian kau kan harus kerja!" tolak Gendhis. Rosi memang bekerja di sebuah club malam di Kota ini. Gendhis segera merapikan barang bawaannya, ketika hendak berdiri pergi meninggalkan kamar Rosi, hp- nya berbunyi tanda panggilan masuk. Tertera nama Rio di layar Hp- nya. Tumben sekali telpon, ada apa ya? BERSAMBUNG
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai rosi pidi baiq
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Mas benar-benar rindu kamu. Rinud Bngtt Di rumah sepi Gak ada kamu Pulang ya? Sayangggg Please Mas nangis niehhhh [Emot nangis] Laila terkekeh saat membuka roam chat yang kemarin-kemarin belum sempat ia lihat. Karena masalah yang tak kunjung selesai membuat Laila tidak sempat buka roam chat. Dan saat ia membukanya, pesan itu dipenuhi oleh Bara, suaminya.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Elegi Cinta Raisa

Elegi Cinta Raisa

"Waalaikum salam, Raisa. Lagi apa?" "Menelepon hanya untuk bertanya itu?" Raisa mengernyit. Pria itu sering sekali bertanya hal-hal tidak penting, semua hanya sebagai alasan untuk dapat berbicara dengan Raisa. "Lalu kamu maunya apa?" Ben bertanya balik. "Seblak!" "Itu saja?" tantang Ben, membuat Raisa tersenyum mendengar gurauan pria di seberang. "Emmm ...." Raisa bergumam seolah sedang mengingat-ingat, kemudian kembali berucap, "Pizza."
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
ROSES

ROSES

Tapi, selalu saja ada yang mengganggu. Varose menuntun Chanie kearah kamar yang letaknya di lantai dua. Karena Varose telah bersiap, gadis itu hanya menunggu Chanie selesai mengganti pakaian dan membantu gadis itu merias sedikit. "Kulitmu semakin halus, pasti Bibi sangat merawatnya." ucap Varose ketika serbuk bedak memoles wajah Chanie.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Tanyanya. "Enggak ada." "Dih, tadi kamu bilang ada makanan." "Ikut aku dulu, baru kita beli makanan." "Ih curang, tau gitu tadi enggak usah aku bukain pintunya," ucap Risa kesel, bisa-bisanya Randi membohonginya padahal tadi Risa sudah sangat semangat. "Yakin enggak mau ikut? Aku yang traktir, loh. Ini kan lagi bulan tua, jarang loh aku baik gini," ucap Randi mencoba untuk mempengaruhi Risa.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status