Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
YOU COMPLETED ME

YOU COMPLETED ME

tanya Malik ketika melihat Rosi sudah berkemas dengan tas di bahunya. Rosi tergagap. “Ya. Hari ini ibuku kurang enak badan,” jawab Rosi dengan gugup. “Bisa kita bicara sebentar?” tanya Malik langsung. Deg! Jantung Rosi berdetak kencang. Firasatnya tak baik kali ini. “Apakah … apakah ada sesuatu yang penting?” tanya Rosi gugup. “Mungkin bagimu tidak penting. Tapi bagiku penting,” jawab Malik dengan dingin.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

pikir Visera membaca ulang pesan-pesan dari Rosa. [ Lima hari yang lalu ] Rosa5 : P Rosa5 : Suka makanan manis? Sangria : Kenapa? Rosa5 : Kepo aja. Sangria : biasa aja. Rosa5 : Oke Lalu besok sorenya dia tiba-tiba datang dan memberikan biskuit itu lalu hilang tanpa jejak… ….dan tidak ada pesan masuk apapun lagi…. . .
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Kasih Aku Kesempatan Sekali Lagi

Kasih Aku Kesempatan Sekali Lagi

Katakanlah, apa yang ingin kamu makan? "Aku dengar roti kepiting Manado itu enak, aku mau coba." "Baiklah!" Viki menyalakan mesin dan pergi. Bibi Zhang bereaksi lama setelah Rossa pergi, dan dia menyaksikan Rossa naik ke mobil Viki dan pergi. Memikirkan mata Rossa yang seperti mau membunuh orang, Bibi Zhang sedikit takut. 'Darimana asal usul wanita itu? Mengapa mata itu membuat tulangku menjadi dingin dan bergetar?'
9.361.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Mr Bolton: My Possessive CEO (Bahasa Indonesia)

Mr Bolton: My Possessive CEO (Bahasa Indonesia)

Cecilia berteriak padanya Brian menyeringai, "Sudah kubilang berkali-kali mom, kamu tidak tahu betapa jahatnya dia, tapi kamu tidak pernah mempercayaiku!" “Sekarang, apa yang harus kami lakukan denganmu Rosie?” Brian menambahkan Tiba-tiba Rosie berlutut di depannya, dia terus menangis, “Brian… .kumohon maafkan aku! KUMOHON UNTUK…."
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Setelah Perselingkuhan Suamiku Terbongkar

Setelah Perselingkuhan Suamiku Terbongkar

Ia terus saja mengikuti langkahku. "Sabar banget sih, Mbak! Kalau aku udah kutuangi bensin lalu kubakar hidup-hidup!" sungut Rosi menggebu-gebu. "Hus! Bunuh orang dong?" "Biar aja. Biar mengurangi populasi wanita seperti itu. Heran aku, apa ngga ada laki-laki lain yang bisa memikat hatinya? Apa iya gitu harus suami orang?" sungut Rosi.
9.4166.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
ROSALINE (GADIS MAWAR)

ROSALINE (GADIS MAWAR)

Rosaline menceritakan semua perbuatan keji dan kegilaan yang dilakukan oleh Sang Bapak-Damar. Ustad Ahmad berkali-kali mengucap istighfar, tak menyangka bahwa orang yang selama ini dekat darinya adalah pelaku pesugihan yang rela menumbalkan apa saja demi kekayaan, termasuk menumbalkan puterinya sendiri, Rosaline. "Bukan perkara mudah jika kamu meminta kami untuk menghentikan semua ini. Bagaimana bisa kami membantumu?" tanya ustad Ahmad.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Bos, Jangan Sebar Rahasiaku

Bos, Jangan Sebar Rahasiaku

Begitu piring kosong disingkirkan, Rey berjalan mendekati Moana, menatapnya dengan binar mata gelap yang kembali meremang oleh gairah yang akrab. ​"Sarapan sudah selesai," bisik Rey, tangannya bergerak menyusuri rahang Moana, memberikan sentuhan ringan yang membuat wanita itu merinding. "Sekarang, mari kita tepati salah satu kesepakatan kita. Kita perlu mandi, dan aku tidak suka mandi sendiri jika ada istriku di sini."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Permintaan Gila Calon Pengantin

Permintaan Gila Calon Pengantin

"Kebetulan mau beli apa di sini, Nak?" "Kami mau beli tulang sapi yang segar ya, Bu. Mau dimasak pindang tulang," jawab Rosa antusias. Ibu penjual itu mengangguk-angguk paham, lalu matanya berbinar seakan teringat sesuatu yang menyenangkan. Ia mendekatkan badannya sedikit, lalu bertanya dengan nada penasaran dan akrab. "Kalau begitu boleh Ibu tanya sedikit ya? Ngomong-ngomong Neng Rosa yang cantik ini sudah ada yang punya atau belum, sudah menikah atau belum?"
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Romansa Rapshodi

Romansa Rapshodi

sindir Riani sambil menggosok baju. “Mungkin tidak ada yang mau dengannya, bisa saja dia akan dinikahkan dengan kuda milik bapaknya Atma,” tambah Suci yang didukung oleh suara tawa orang-orang di sana. “Atau sebenarnya dia tidak ada jodoh.” Suara tawa semakin menggelegar di sungai pagi ini, tapi aku tidak ambil pusing karena sudah selesai aku naik lebih dulu.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai rosi pidi baiq
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status