Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ditalak Usai Akad

Ditalak Usai Akad

Ledek Abi Hisyam tertawa sumbang. “Gimana kabarnya anak sahabat Abi itu, apa sudah baikan.” “Alhamdulillah, Faiq tidak kenapa-kenapa, sekarang dia sudah sadar dari pingsan.” “Faiq? Calon suami Ela?” tanya umi Rosyida memastikan. "Sebetulnya Abi lihat siapa sih, kok malah Faiq yang disebut. Abi tak jadi melihat anak sahabat Abi itu," tanya Rosyida tidak mengerti. Sudah jelas tadi katanya mau lihat anak sahabatnya, tapi kok malah nyasar ke Faiq.
6.7K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Bayi Bos

Bayi Bos

Rosa melotot pada Rasyid sembari melewatinya. "Papa keluar sana, jangan ganggu Mama!" Usir Rosa. "Dih." Rasyid balik arah, kesal dengan istrinya. Sementara itu Rosa kembali membereskan barang-barang tanpa mau dibantu pelayan. Dia meletakkan bebek karet itu hati-hati supaya tidak tambah lecet. Malam harinya, ia pergi ke Penthouse. Menemui Roan dan Rin yang terlihat kelelahan setelah perjalanan jauh.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 499 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Vitamin Stamina Pria di Laci Lemari Pembantuku

Vitamin Stamina Pria di Laci Lemari Pembantuku

Cklek "S-sayang, k-kamu dari mana? K-kenapa gak kabari aku kalau kamu malah pulang ke apartemen?" Rosi maju perlahan dengan amarah yang meledak-ledak. Dua tamparan ia layangkan di pipi suaminya. "Sayang, ada apa?!" Pekik Felix sambil memegang pipinya yang panas karena tamparan sang Istri.
1026.3K viewsCompletedAdded to Library 552 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Lala menujuk ke salah satu stand. "Kalo gue roti bakar Bu Firda. Selai coklatnya premium dan nggak pelit," Rosi menunjuk ke salah satu stand. "Enak semua kayaknya," Nolan melihat-lihat menu yang ada di meja makan. Rosi nampak sibuk mengecek ponselnya. Seulas senyum tipis terkembang di wajahnya. "Gue cabut dulu ya. Ada urusan penting bareng doi," Rosi segera pergi dari tempat duduknya.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

Suara Pak Bahri sudah tidak terkendali lagi ia benar-benar tampak murka. Seiring dengan kemurkaan nya saat itu juga aroma wangi bunga kenanga menyeruak seisi rumah. " Nah, kan,... Ibu Ros marah... Ibu Ros pasti ada disini. " Pekik Sri dalam ketakutannya. Tampak mamah bersandar sangat dekat pada abah, wajah beliau seperti menahan ketakutan yang luar biasa. " Bik Odah.., " Panggil ustadz Baihaqi dengan suara bijak nya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Pria Perkasa Penakluk Wanita

Pria Perkasa Penakluk Wanita

batin Rosi. Rosi sadar bahwa selain untuk berkorban, dia ingin melakukan itu karena dia betul-betul terpesona kepada Leon. Dia belum pernah melakukan hubungan intim sebelumnya tapi saat ini, dia sangat menginginkan melakukan hubungan intim dan dia ingin melakukannya bersama Leon.
9.477.1K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Little Seducer

Little Seducer

Dia hanya memutar bola mata, sebal. "Hehehe...habis kau tidak jawab pesan aku. Kau tidak tahu aku hampir mati penasaran." "Aku baru selesai mandi." Rosie duduk di kasur sembari mengusak rambut pirangnya dengan handuk kecil. Gadis manis itu bersandar di kepala ranjang, menyelipkan bantal di pangkuannya supaya lebih nyaman.
9.814.3K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
Wanita Dambaan Tuan Otoriter

Wanita Dambaan Tuan Otoriter

jawabku singkat. "Makan, Nay. Alhamdulillah tuh, Pak Roso baru panen. Berasnya bagus-bagus, pulen nasinya. Itu ikan juga baru Bibi beli di tambak Pak Burhan, seger. Kamu pasti jarang makan enak, 'kan, semenjak suamimu diusir oleh ayahnya?" celoteh Bibi yang selalu menusuk tepat di ulu ati.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI

SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI

Hari pertama puasa, adzan maghrib datang lebih awal, langit pun masih cukup terang. Sumi memanggil-manggil namaku dari kejauhan, dia mencariku. Aku hendak meninggalkan tempat ini, tapi Rosi sepertinya belum puas mengajakku bicara. "Heh, Asih! Lihat saja ya, warung nasimu tak akan bertahan lama!" ancamnya, masih menunjukkan wajah bengisnya. Aku beristighfar dalam hati. Kedengkiannya padaku masih belum berakhir juga, ia selalu tak betah melihatku mendapat kenikmatan hidup.
7.6K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
YOU COMPLETED ME

YOU COMPLETED ME

tanya Malik ketika melihat Rosi sudah berkemas dengan tas di bahunya. Rosi tergagap. “Ya. Hari ini ibuku kurang enak badan,” jawab Rosi dengan gugup. “Bisa kita bicara sebentar?” tanya Malik langsung. Deg! Jantung Rosi berdetak kencang. Firasatnya tak baik kali ini. “Apakah … apakah ada sesuatu yang penting?” tanya Rosi gugup. “Mungkin bagimu tidak penting. Tapi bagiku penting,” jawab Malik dengan dingin.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as rosi pidi baiq
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status