SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI
Hari pertama puasa, adzan maghrib datang lebih awal, langit pun masih cukup terang.
Sumi memanggil-manggil namaku dari kejauhan, dia mencariku. Aku hendak meninggalkan tempat ini, tapi Rosi sepertinya belum puas mengajakku bicara.
"Heh, Asih! Lihat saja ya, warung nasimu tak akan bertahan lama!" ancamnya, masih menunjukkan wajah bengisnya.
Aku beristighfar dalam hati. Kedengkiannya padaku masih belum berakhir juga, ia selalu tak betah melihatku mendapat kenikmatan hidup.
الفصول الرائجة