Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Aulia tersenyum lalu berkata kepada Tomoe dan Yuizi “dari pada kamu mengejar semua Siswa itu sangat melelahkan , lebih baik aku bantu kamu saja ! kalian tulis ya semua nama siswa kelas 11 di sini !aku akan menyebut nama sesuai tempat duduknya !” Aulia menunjuk bangku di pojok kanan lalu menyebutkan semua nama Siswa “ Arul Rasta , Ujang Utai , Nicofanny , Aulia Destiani , Dadang Tutung , Yadi Godeg , Sintya Murim , Vera Wati “ Aulia menujuk bangku Pojok kiri barisan ke dua dan menyebutkan semua nama “ Melda , Rina , Utep Kobra , Jajang , Uus Jenglot , Ujang Badai , Deni Kelek , Dani Jigong “ Aulia tersenyum lalu menunjuk Bangku Pojok Kanan barisan ke tiga “Andrean Sinaga , Silvan Virlas , T
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket

Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket

Terpaksa dia harus berbohong, agar tidak membuat masalah. “Siapa di dalam?” tanya guru Ani lagi. “Saya Rachel Bu, anak kelas 12B,” balas Rachel. Tak ada lagi sahutan dari guru itu, membuat Jo kembali bernafas lega. Melepaskan tangannya dari mulut Rachel, lalu mengarahkan ke dadanya. Jonathan belum menyadari jika tatapan Rachel padanya begitu penuh amarah. ***
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai roster pelajaran
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
Cleo Voltra
Wih, novel baru nih (≧∇≦) semangat ya kak update babnya hihi Jo sama Rachel pasti sama-sama tertekan setelah tau mereka dijodohin nih. Yang sabar ya kalian wkwk. Aku juga gak nyangka sama Jo, biang kerok kayak dia ternyata pewaris perusahaan Lesham Corp, keren nih. Rachel, Jo, akur-akur ya lu pada
Linda Malik
Terima kasih untuk kalian yang mengikuti karya Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket ini sampai akhir. Beribu rasa terima kasih, aku ucapkan untuk kalian yang sudah mau mendukung dan berkomentar positif. Mohon tunggu untuk karya aku selanjutnya. 🤍
Baca Semua Ulasan
Sang Idola Adalah Boneka

Sang Idola Adalah Boneka

Rora terpaksa tersenyum agar Berly tidak curiga. *** Jam pelajaran terakhir di kelas Rora adalah olahraga. Semua murid sudah berada di lapangan basket indoor kecuali Joel, pemuda itu tidak tampak batang hidungnya sejak jam istirahat. Rora dan Berly hanya duduk di pinggir lapangan, melihat siswa laki-laki tengah bermain basket. Tiba-tiba Rora merasa nyeri pada dadanya. Dahinya mengernyit dengan keringat dingin yang menetes.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Asmara dan Pancaroba

Asmara dan Pancaroba

Semua murid kembali masuk ke dalam kelas untuk kembali belajar. Di dalam kelas, Rio nampak was-was dan berharap Rani menemukan dan membuka surat yg Ia selipkan dalam tasnya di rumah, agar tidak menggangu waktu kegiatan belajar mengajar dan gaduh tentunya. Rio menyelipkan suratnya di buku LKS Bhs.indonesia, sebab pelajaran Bhs.indonesia sudah di lakukan di sebelum jam istirahat. Bell sekolah kembali berbunyi, menandakan kegiatan belajar telah berakhir untuk hari ini. Rio pulang dengan tenang, karna surat yg Ia selipkan di antara buku Rani belum di ketahui Rani.
3.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Mawar Hitam Sang Presdir

Mawar Hitam Sang Presdir

Di waktu ini, Rhea memberi tahu Rosella apa saja mata pelajaran yang Jiro pelajari dan harus ia periksa setiap hari. "Bahasa Inggris, Matematika, bahasa Korea, dan bahasa Mandarin adalah pelajaran hariannya. Tolong kau periksa setiap hari. Jika dia menundanya meskipun hanya sehari, itu bisa menjadi kebiasaan buruk baginya," terang Rhea. Dan, Rosella mencatatnya di notebook-nya. "Jadi... Tolong periksa setiap hari, ya?" pinta asistennya Rex ini.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Daster Buat Istriku

Daster Buat Istriku

Setidaknya aku pulang tidak dengan tangan kosong. “Pa, bantu catatkan roster pelajaran! Biar gampang liatnya tempelin di dinding!” Bima menghampiriku malam ini. “Roster? Pakai apa buatnya?” tanyaku sembari membentangkan kardus untuk alas kami duduk. “Kata Bu Guru pakai kertas Kwarto.” “Apa itu?” “Kertas yang buat fotokopi itu, lho, Pa. Kita enggak punya, kan? Kalau enggak punya pakai kertas buku saja.”
1044.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

Sebuah notifikasi muncul, membelah konsentrasinya. 📱 RCA Art Prep Group Ini adalah grup kelas seni dasar wajib—salah satu pilar kurikulum inti bagi semua murid Junior di Royal Crest Academy. Tanpa sengaja, ujung jarinya menyentuh layar yang menyala. Group Assignment Update: Pairings adjusted. Namanya muncul di bagian paling bawah daftar, terisolasi. Summer Bong — Solo Review Pending
10885 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Another Word to Say I Love You

Another Word to Say I Love You

Tentu saja. “Allo?” “Hei, Bim, kuharap kau sedang tidak sibuk.” “Ada apa?” Bima tertawa kecil. “Aku ingin menanyakan sesuatu tentang mata pelajaran besok,” Lisa langsung mengutarakan maksudnya, “Apa kau tau semua nama guru pelajaran di kelas kita?” “Tentu saja. Kenapa?” “Siapa nama ... guru olahraga di kelas kita?”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Lala tak berkutik, dia sibuk mencatat ketentuan mata kuliah Elric dan detail lainnya. “Bentar, Ros. Gue nyatet dulu. Tahu sendiri Pak Elric pelit bagi PPT,” mata Lala fokus ke layar slide yang tertampil. “Nanti gue izin foto ya. Baru mager. Lo baca grup deh di proker besar kita ada perubahan,” Rosi sedikit sibuk scrolling layar ponselnya. Elric menggeser slide presentasi itu menjadi slide langsung materi dasar.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Lagian, lo bisa apa kalau harus satu kelompok sama gue? Hahaha." "Kita liat aja nanti," Sadena sinis. "Gue nggak bakal sekelompok sama lo." "Yaudah." Selin enggan melakukan pembelaan diri. Satu sudut bibirnya tertarik. Feeling cewek itu mengatakan bahwa ia akan menang kali ini. Dan bukan berarti Selin tidak takut kalah yaa. "Kelompok pertama," Pak Ikhsan memulai membuat semua murid menyiapkan baik-baik indera pendengarannya. "Sadena, Sadava, Marsha, Ankaa, Vega, dan Selindya."
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai roster pelajaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status