DIPANDANG HINA KARENA JANDA
Ada buah-buahan, biskuit, roti tawar beserta selai, dan satu pak obat masuk angin.
"Ya ampun, Bang, udah kayak piknik aja. Saya besok juga udah pulang, kok." Sabrina merasa tak enak hati.
Meski telah terang-terangan ditolak, Salim tetap bersikap baik kepadanya. Sabrina berharap, lelaki itu tidak memiliki motif tersembunyi dan murni melakukan itu sebagai tetangga saja.
"Mau makan buah pir? Atau apel? Pisang gimana pisang?" tanya Salim bertubi-tubi. Tanpa menunggu jawaban Sabrina, dia mencomot pisang lalu mengupasnya untuk Sabrina.
Hot Chapters