Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan

Erka
Han dan Lin yang mengalami cinta pada pandangan pertama saat keduanya duduk di bangku SMA . Lalu Keduanya masuk universitas yang sama dan bekerja di kantor yang sama juga . Cinta mereka tak di kalahkan oleh waktu , mulai dari remaja hingga dewasa . Dari masih memakai seragam sekolah hingga pakai baju pengantin di pelaminan .
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Sofa Baru Membawa Petaka Perceraian

Sofa Baru Membawa Petaka Perceraian

Sejak istriku memesan sofa baru yang lebih panjang dan lebih lebar itu, dia setiap malam selalu tidur di ruang tamu. Setiap kali aku ingin mengajaknya ke kamar untuk berhubungan suami istri, dia selalu memakai alasan lelah untuk mengusirku pergi. Kadang-kadang dia bahkan mengunci pintu kamar, sementara dari ruang tamu selalu terdengar suara-suara tertahan. Sampai keesokan paginya, baru dia membukakan pintu untukku. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Pada hari dia melahirkan, ketika dia baru keluar dari ruang bersalin dan bahkan belum turun dari ranjang rumah sakit, aku bukan hanya menolak menggendong anak itu, tetapi juga langsung mengajukan cerai padanya. Dengan mata memerah, dia bertanya kepadaku, "Cuma karena aku tidur di sofa setiap malam, kamu sampai mau menceraikan istrimu yang baru saja melahirkan anak untukmu?" Tanpa ragu sedikit pun, aku menjawab, "Ya!"
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Pada makan malam keluarga hari Minggu lainnya di kediaman Brahmani, asisten Luca Brahmani, Eva Miskandar, sedang duduk di kursiku. Tempat itu adalah kursi pertama di sebelah kanan Luca di meja makan panjang dari kayu walnut. Kursi itu diketahui semua orang di dunia mafia Kota Chicandi sebagai milik Nyonya Brahmani. Eva duduk di sana seolah-olah kursi itu memang terlahir untuknya. Pergelangan tangannya yang pucat, sesekali menyentuh lengan baju Luca saat dia menuangkan anggur untuk pria itu. Aku berdiri di ambang pintu dan menatapnya. "Dia duduk di kursiku. Nggak ada yang ingin kamu katakan?" Luca mengangkat pandangan. "Kamu terlambat. Jangan salahkan orang lain karena duduk duluan. Masih ada kursi kosong di sana. Kalau mau, duduklah. Kalau nggak, keluar." Ruang makan itu langsung sunyi senyap. Bahkan sebelum sempat menjawab, isi pikirannya sudah masuk ke telingaku. 'Vivian, jangan pergi. Duduklah di sampingku. Katakan pada mereka itu kursimu. Katakan kalau kamu masih ingin menjadi istriku.' 'Tolong marah. Tolong bersikap peduli. Katakan kalau kamu butuh aku dan aku akan memberikan seluruh dunia untukmu.' Dulu, pikiran yang lembut itu telah membuatku merasa lebih dari cukup. Aku pasti akan menerima penghinaan ini dan tetap tinggal di sisinya seperti anjing setia yang tidak tahu kapan harus pergi. Namun kali ini, aku tidak melakukannya. Aku melepaskan cincin pernikahan dari jariku dan meletakkannya di atas meja. "Kalau Keluarga Brahmani bahkan nggak bisa mempertahankan kursi seorang Nyonya untukku, kurasa keluarga ini sudah nggak butuh seorang Nyonya lagi. Luca, mari kita bercerai."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Kisah Panas Terapis Laktasi Pria

Kisah Panas Terapis Laktasi Pria

“Nyonya, baju harus dilepas, benar, pakaian dalam juga.” “Silakan duduk dan angkat dadamu sedikit lebih tinggi.” Di atas tempat tidur yang luas, seorang wanita gemuk setengah bersandar di tempat tidur dengan tubuh bagian atasnya telanjang dan menawarkan dadanya yang menjulang tinggi kepada pria asing di samping tempat tidur, di bawah belaian pria itu dia bergemetar dan mengeluarkan cairan.
114.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Aku dan Pelatih Renangku

Aku dan Pelatih Renangku

“Pelatih ... pelan-pelan ....” Terdengar desahan manja seorang wanita dari ruang ganti sebelah. Kriet ... Kriet .... Meja dan kursinya berguncang keras. Bersamaan dengan itu, terdengar juga suara rendah seorang pria. “Dasar jalang kecil, teriak lebih keras lagi!” Disusul dengan suara hantaman yang semakin keras. Ketika aku masih asyik menjadi penonton, tanganku refleks meraih ke bawah dan meremasnya kuat-kuat .... Saat itu aku belum tahu, tak lama lagi aku juga akan menjadi salah satu orang yang menjerit liar di ruang ganti itu.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Pria yang Menguntitku

Pria yang Menguntitku

Aku sengaja masturbasi di depan boneka yang ada di kasurku. Karena aku tahu di dalam mata boneka itu ada satu pria. Dia diam-diam masuk ke rumahku, baring di kasur yang aku tidur, dan sengaja meninggalkan jejak di baju yang baru aku ganti. Setelah aku mengetahuinya, dia hanya melihat aku sembunyi dan gemetaran di sudut. Dia nggak tahu. Aku sudah lama menunggunya.
55.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Bercak Darah di Seprai Adikku

Bercak Darah di Seprai Adikku

Awalnya, Velly berpikir kalau bercak darah di seprai adiknya itu flek darah menstruasi. Namun, ketika ia perhatikan, ada bercak putih cairan khas laki-laki yang membuat jantungnya mendadak berdegup tidak karuan. Terlebih lagi, saat melihat ada dalaman pria di keranjang baju kotor Imelda, adiknya. Velly semakin penasaran, siapa yang sudah mengambil keperawanan Imelda, sebab selama ini tidak pernah ada satu orang pria pun yang masuk ke dalam rumahnya, selain Bima--suaminya.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Catatan Utang Seorang Istri

Catatan Utang Seorang Istri

"Kenapa kamu tidak bilang kalau uangmu dijatah, Rika? Harusnya kamu tidak perlu membelikan emak baju untuk undangan besok. Maafkan anak emak, Sayang. Emak akan mengaharnya," ujar perempuan yang kini berdiri menghadapku. Astaga, aku bagai melempar bumerang dan kini balik menyerangku. "Aaah, sakit, Mak!" seruku saat telunjuk dan jempol emak memutar di perutku. Oh Tuhan, hilanglah lah sudah harga diriku depan istri yang sering kubentak. Mungkin kedepannya dunia kami akan terbalik.
9.315.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 607 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dini : Brittle

Pernikahan Dini : Brittle

Chanie1001
Brian yang terkena masalah, memutuskan untuk keluar dari rumah. Tinggal di apartement sendirian tanpa keluarga, sepi memang tapi dia terlalu malu karena telah membuat masalah yang mengakibatkan nama keluarganya tercoreng. Suatu hari, dia bertemu dengan perempuan yang hampir bunuh diri di sungai. Pertemuan - pertemuan pun terjadi. Brian yang tahu masalah gadis itu pun memutuskan untuk membawanya pulang dan menyuruh gadis itu untuk tinggal di apartementnya. Biya, gadis yang sering terkena bully itu pun perlahan sembuh. Kerapuhan mereka membuat keduanya saling mengisi ruang - ruang kosong. Hingga suatu hari, pernikahan mengikat mereka di usia muda.
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

"Paman, apa di rumah ada mentimun? Boleh aku pinjam sebentar …?" Saat badai topan melanda, sahabat putriku terjebak di rumahku. Malam itu, dengan wajah kemerahan, dia mencariku untuk meminta mentimun, katanya, "Aku cuma agak lapar, ingin makan mentimun untuk mengganjal perut." Melihat tonjolan kecil di balik baju tidurnya, darahku seketika bergejolak. Aku sengaja berkata, "Paman punya sesuatu yang jauh lebih enak daripada mentimun di sini."
45.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ruang baju
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
39
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status