Penyamaran CEO Tanaka
Yang terlintas di pikirannya bukan angka, bukan rencana kerja, bukan strategi bisnis — melainkan gambar sederhana: ruang tamu kecil, aroma teh manis, dan suara lembut seorang ibu yang menyapa dengan senyum tulus.
Rumah Maya.
Ia menarik napas panjang.
Sudah lama sekali ia tak merasakan kedamaian seperti tadi malam.
Bukan keheningan mewah dari apartemen penthouse-nya di Jakarta, tapi kehangatan yang terasa hidup — rumah yang bercerita, bukan hanya berdiri.
Matanya terpejam.