Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Involved Love

Involved Love

Rumah'kah? Bisakah ia menyebut tempat mewah itu sebagai tempat istirahat terbaik? Entahlah. Cherry sendiri harus siapkan mental jika memang kembali ke sana. Rumah seharusnya tempat berlindung dari bahaya di luar. Tempat hangat dan nyaman untuk berbagi cerita. Bukan neraka yang siap melahapnya hidup-hidup. Separah itu, Cherry merasa kehadirannya tak pernah di anggap.
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Chocollacious
early mah cuma bisa pake topeng klo di luar, aku ga demen sm dia, munafik. wkkwkk aku ngakak sm ares. alasannya masuk akal ya. tapi lucu aja istri ngidam mobil, biasanya cowok yg demen. hmm klo aku yg ngidam mobil ferrari, mau dibeliin ga ya?
Wahyu Hidayat
ini dramanya kok tidak berkesudahan, maju mundur cantik papa tampan sama Cherry. sehari rasa mo bersatu eh ada ada saja halangannya..sampe lebaran monyet kayak gini gak bakal bersatu papa tamvan dengan cherry
Baca Semua Ulasan
His Dark Secrets

His Dark Secrets

Rumah ibu adalah tempat paling nyaman yang pernah kutemui. Lebih nyaman dari hunianku sendiri. Meski tidak luas, sederhana, bahkan beberapa bagian dinding rumah ini masih terbuat dari kayu. Tapi kedamaian begitu terasa.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

Untuk pertama kalinya, ia bisa membayangkan masa depan baru di rumah ini. Rumah yang tenang. Rumah yang aman. Rumah yang tidak dipenuhi suara tetangga yang menyakitkan. Alma merangkul bahunya. “Din… menurutku tempat ini bagus." Dina menatap sahabatnya lalu mengangguk perlahan. “Iya. Kayaknya… ini rumah yang tepat.” Setelah selesai melihat seluruh sudut rumah, Dina berdiri di ruang tamu. Napasnya terasa lebih lega daripada sebelumnya. Tempat itu memberi rasa damai yang sudah lama tak ia rasakan.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Maaf, Aku Memilih Mundur

Maaf, Aku Memilih Mundur

Ia tak ingin masalah rumah tangganya menjadi konsumsi publik. “Rayyan ingat pelajaran di sekolah. Jika bangunan yang disebut rumah adalah tempat yang aman dan nyaman. Dimana kita bisa berteduh dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan bersama orang-orang yang kita sayangi,” ucap Rayyan tak menggubris perkataan sang ayah. “Lalu, rumah seperti apa yang Ayah maksud?” Kini bocah itu menatap tegas pada Yogi, ayahnya. Tak ada sedikitpun rasa takut atau bahkan keraguan di matanya.
1027.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 889 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Dinikahi CEO Tampan

Dikhianati Tunangan, Dinikahi CEO Tampan

jawab Kenzo sembari ikut mengamati interior rumah ini. “Aku berpikir tempat ini bagus untuk menenangkan diri. Aku bisa mengajak istri dan anakku berlibur di sini untuk sementara waktu. Liburan yang murah, tapi berkesan karena kita tidak perlu jauh-jauh berjalan untuk menikmatinya dari rumah ini. Iya, ‘kan?” imbuh lelaki itu sembari menyesap kopinya.
10256.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
BUKAN KISAH SEMPURNA

BUKAN KISAH SEMPURNA

“Pak Ridwan sama istrinya baik banget, pantesan Mas Alvin betah di sana.“ Kecanggungan yang merajai sedikit hilang karena di rumah Ridwan, keduanya berinteraksi dengan normal. Berusaha melupakan kejadian yang berlangsung tanpa sengaja semalam. Alvin memang pernah mengatakan jika dirinya sering ke tempat sahabat ayahnya itu jika sedang membutuhkan ketenangan. “Rumahnya juga nyaman banget, meinikmati masa tua dengan penuh ketenangan.” Alvin yang medengar itu menoleh ke arah Adinda yang kini tengah mengukir senyum. “Kamu suka rumah di daerah seperti itu?” tanya Alvin yang langsung dibalas anggukan oleh Adinda. “Nyaman, dingin, sejuk. Jauh dari hiruk pikuk dan juga polusi.”
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
A HOME FOR REI

A HOME FOR REI

Ucap Alan mengusap kepala bocah bermata biru yang senyumnya lebar. The end. Rumah Rei adalah Nara. Apa kamu sudah menemukan rumahmu? Atau kamu sudah berada di dalamnya? Jikapun belum kamu tidak sendiri. Rumah bisa jadi apa saja, siapa saja, apa adanya, ada apanya, tapi mungkin syarat paling penting yang harus dimiliki rumah adalah memberi rasa damai dan aman. Jika rumahmu tak memberi rasa seperti itu mungkin kamu hanya sedang singgah sebelum benar-benar menemukan rumahmu.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
PEWARIS YANG TIDAK TERDUGA

PEWARIS YANG TIDAK TERDUGA

Tempat ini terlihat jauh dari keramaian, membuat Sari sedikit lega. "Ini adalah tempat tinggal sementara kita. Kita akan aman di sini," ujar Bibi Amelia saat mereka sampai. Dito mengangguk, lalu membantu Sari masuk ke dalam rumah. "Syukurlah, setidaknya kita bisa beristirahat sekarang." Sari mengedarkan pandangannya, melihat-lihat isi rumah sederhana itu. "Tempat ini... cukup nyaman. Aku harap kita bisa betah di sini."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

Bahkan ada ayunan kayu kecil di teras. “Ini rumah impian yang bahkan nggak pernah aku berani mimpikan.” Aku menoleh lagi padanya. Mataku mulai berkaca. “Terima kasih.” Gasan menggenggam jemariku lebih erat. “Aku cuma pengin kamu dan anak-anak punya tempat pulang. Tempat aman. Tempat tenang. Tempat yang bukan cuma atap dan dinding, tapi rumah.”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Satu Tahun Jadi Istrimu

Satu Tahun Jadi Istrimu

Rumah. Semua orang tentu punya rumah impian masing-masing. Rumah yang menjadi tempat tinggal, tempat berlindung diri dari panas dan dingin, tempat untuk kembali pulang. “Rumah impianmu mau seperti apa?” tanya Tavira lembut pada seorang anak kecil yang dibantunya menggambar sambil mencondongkan tubuh. Anak itu, seorang gadis kecil berambut kepang dua, menunduk malu.
1035.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
praaahh bnget, istrinya di kasih bekasan dr si Jalang Delaney ..!!! dr awal ciuman pertamanya buat Sijalang aja bikin MALES BACANYA,!!! jangan² Darian pernah BERTUKER PELUH sama si Jalang Delaney,!! jadi tambah males gw,!! CEO tapi TOLOL, GA BISA TEGAS, GA PUNYA KEBERANIAN UTK LINDUNGIN ISTRINYA
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status