Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

katanya sambil menoleh. “Terlambat,” jawab Yudha, sambil menatap hasil bidikannya. “Kau terlihat seperti bagian dari tempat ini — seseorang yang akhirnya menemukan rumahnya.” “Rumah?” “Ya. Tapi bukan bangunan, melainkan perasaan.” Rani menatapnya lama. “Aku pikir rumah itu selalu seseorang.” Yudha menggeleng. “Bukan. Rumah adalah ketika kau bisa melihat seseorang tanpa merasa harus memiliki mereka.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Rumah ini tidak terlalu luas, ukurannya sangat pas untuk sebuah keluarga kecil, namun justru karena itulah atmosfer hangat begitu terasa merayap ke dalam dada. “Aku menyukai rumah ini, Brian. Sangat suka,” ucap Amaya tulus, menyandarkan kepalanya di bahu kokoh sang suami saat Brian enggenggam tangan sang istri seraya melangkah menuju kamar utama mereka. “Tempat ini terasa... seperti rumah yang sebenarnya. Hangat, tidak seperti istana Lotus yang luas tapi mirip mansion berhantu.” “Ada taman di samping rumah. Belakang kolam renang,” kata Brian.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Saudara celamitan dari Neraka!

Saudara celamitan dari Neraka!

cibirku Sebenarnya aku nggak suka pemikiran suamiku itu. Rumah adalah tempat di mana kita banyak menghabiskan waktu. Tentu saja harus yang nyaman. Jika jelek dan sempit, bagaimana bisa terasa nyaman? Yang ada sumpek dan gerah. "Bisa, ada yg jual rumah seharga enam puluh lima juta, rumahnya memang masih papan tapi cukup layak untuk ditempati."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

"Sekarang kita hanya perlu menjaga agar api di rumah ini tetap menyala." Di kediaman Menteng, lampu temaram menyinari setiap sudut dengan hangat. Tidak ada lagi musuh di balik gerbang, tidak ada lagi yang perlu diantisipasi. Yang ada hanya ketenangan yang kuat, menjadi pondasi untuk masa depan yang lebih cerah dan lebih manusiawi. Mereka sampai di tujuan. Dan ternyata, tujuan itu bukan kekuasaan besar, tapi rumah yang aman. Tempat mereka bisa jadi diri sendiri tanpa menjadi alat bagi ambisi siapa pun.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
We Are Not Lovers

We Are Not Lovers

"Dih, buang-buang job. Gak usah dibatalin. Mendingan bawa kerjaan ke rumah kalau bisa. Rumah sekarang, kan, lebih luas dan nyaman." Arika terdiam. Nyaman? Kalau lebih luas, memang. Bahkan mansion Pandu bisa menampung 100 orang di RT-nya, mungkin. Tapi kalau soal nyaman, tidak ada yang bisa membuat hati lebih nyaman daripada tinggal di tempat yang selalu bisa membuat jiwa masa kecil terasa dimanja.
744 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Pembalasan Mantan Istri Billionaire

Pembalasan Mantan Istri Billionaire

Adrian berpikir sejenak sebelum menjawab, "Ada tempat aman yang bisa kita tuju. Rumah lama seorang teman yang sekarang tidak terpakai. Kita bisa bersembunyi di sana sementara waktu sambil merencanakan langkah selanjutnya." Mereka melaju selama beberapa jam hingga mencapai rumah yang dimaksud Adrian. Rumah itu terletak di pinggiran kota, tersembunyi di antara pepohonan lebat, memberikan sedikit rasa aman. Ketika mereka masuk ke dalam rumah, suasana mencekam masih menyelimuti. Mereka duduk di ruang tamu yang luas, Adrian segera menggelar peta dan dokumen yang mereka bawa.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Lavrinda Tersayang

Lavrinda Tersayang

"Seperti oasis di tengah gurun." Ratha tersenyum tipis, merasakan kehangatan dari kata-kata Elaina. "Ya, taman ini selalu menjadi tempat pelarian kita. Di sini, kita bisa sejenak melupakan segala kekhawatiran." Setelah menikmati jalan-jalan sore yang menenangkan, Ratha dan Elaina akhirnya tiba di rumah mereka. Rumah itu sederhana namun nyaman, tempat perlindungan mereka dari segala intrik yang melingkupi kehidupan mereka sehari-hari. Saat mereka masuk ke dalam, aroma rumah yang familiar menyambut mereka, membawa perasaan hangat dan nyaman.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Pejuang Cinta Pendobrak Kasta

Pejuang Cinta Pendobrak Kasta

Ia hanya ingin mereka tinggal dengan nyaman di sebuah rumah layak, bukan seperti rumah mereka saat ini. Dara tersenyum penuh arti. “Ada banyak makna rumah di dunia ini. Dan … makna rumah bagiku tetaplah tempat pulang paling nyaman, di mana aku masih bisa memeluk dan dipeluk orang-orang yang disayang, maka itu juga rumah bagiku.” Dara menatap lelaki paruh baya itu saat berbicara. Ia menyiratkan ketulusan dan rasa berharga memiliki keluarga seperti itu, meski mereka tinggal di rumah yang kurang layak.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

ajak Roy. Reva juga masih belum mengerti, Roy akan membawanya kemana. Setidaknya dia bisa meninggalkan rumah itu. Roy membawa Reva ke sebuah rumah yang tidak terlalu kecil. "Kemana ini, Pak?" tanyanya saat dia baru sadar mobil yang membawanya berhenti di sebuah rumah. "Untuk sementara kamu tinggal saja di sini! Tempat ini cukup aman untuk kamu. Dan sudah ada pembantu untuk melayani kamu," jelas Roy.
16.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Two Side

Two Side

ujarmu lirih di bawah sinar mentari. Setelah cukup lama berada di rumah sakit, hal pertama yang kamu lakukan adalah membaca. Mungkin semua orang akan sangat sayang dan rindu dengan rumah, tetapi bagimu semua itu hannyalah bangunan tua tanpa nama ataupun cinta. Sebab sebuah rumah adalah tempat untuk berpulang dan tempat untuk keluarga berkumpul mesra. Namun, kamu yang hanya seorang diri tidak akan mampu mendapatkan hal itu lagi, karena mereka telah lama bersatu dengan bumi.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai rumah adalah tempat ternyaman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status