BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA
“Hanya sementara Naz, sampai kamu menemukan rumah kontrakan, lihatlah, banjir diman-mana , ini sudah mulai malam, ayahmu pasti sudah capek, ingin beristirahat,“
Nazha tak punya pilihan lain, kecuali menerima tawaran Dimas.
“Baiklah, sekali lagi aku merepotkanmu, aku pasti akan membalas semua kebaikanmu,” jawab Nazha.
“Jangan terlalu dipikirkan,” sahut Dimas melempar senyum hangat.
Sekitar 30 menit sampailah mereka di unit apartemen, milik Dimas. Sebuah apertemen yang cukup mewah ada dihadapan Nazha dan Agung.
Hot Chapters