Pembalasan Untuk Pengkhianat
Tiba di depan rumah gubuk, yang sangat kotor depannya, juga ada berbagai patung hewan yang sudah berlumut dan tidak terawat.
"Mel, rumahnya kok serem banget!" lirihku, takut juga rasanya melihat sekeliling rumah banyak pepohonan rimbun tinggi menjulang, mana begitu ramai seruan burung-burung hutan.
"Namanya juga dukun, kalau mewah itu rumah pejabat, artis dan pengusaha!" sahutnya sambil terkekeh.
Aku merapatkan diri di lengannya Amel, bulu kudukku seketika merinding.