Vonis Cinta Sang Hakim
Saat pintu dibuka, Niki tampak sama seperti yang Varen ingat, tetap cantik, dan ekspresinya acuh seperti biasa.
“Kak Varen, Silakan masuk. Aku kira kak Varen tak bakal datang ke sini lagi,” kata Niki, setengah bercanda.
“Mana mungkin.” Jawab Varen.
Niki menyingkir, memberi jalan. Rumah itu masih seperti dulu, penuh buku dan tanaman kaktus kecil di dekat jendela.
Di ruang tamu, Varen mendapati Yulia, ibunya Niki. Wajahnya sumringah menyambut.
Hot Chapters