Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RAVANGGHEA

RAVANGGHEA

'' Gerutunya. ''Minggir selangkah doang emang ga bisa?'' ''Lah lo juga tinggal lewat selangkah doang emang ga bisa?!'' ''Kamu memang ga bisa mengalah ya? Saya sedang buru buru.'' ''Dih, repot banget sih.'' Dan melangkah minggir membiarkan cowok rese itu lewat. ''situ yang buru buru kenapa gue yang repot.'' Gerutu nya pelan namun masih bisa terdengar di gendang telinga cowok itu.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tempat mengarah ke depannya. Kedua bola Safa melebar Tenggorokannnya sudah tak mampu bersuara, hanya dalam hatinya meronta meminta pertolongan dan menangis sejadi-jadinya. Safa berusaha untuk bergerak, menggusrak kakinya ke aspal hingga lecet dan berdarah. Tampilan roknya sudah semakin koyak. Detik... demi detik... Motor trail yang ditunggangi Arjuna akan menghantam tubuh mungilnya. Mungkin jiwanya tak akan selamat, jika selamat pun Safa akan mengalami kelumpuhan.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Samuel menutupnya dengan kain hitam itu sebelum mobil yang mereka tumpangi melaju menuju mension dari rumahnya. Jangan tanya bagaimana debaran jantung yang Valery rasakan, berdetak sangat kencang. Setiap ulang tahun Samuel selalu memberinya kejutan yang luar biasa. Tapi, kali ini lebih mengejutkan. "Apa aku boleh membukanya?" tanya Valery dengan jantung berdetak kencang. Tangannya memegang tali yang terikat di belakang kepalanya.
10438 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Geraman rendah itu kembali terdengar, seperti menantang mereka untuk melakukan duel. “Pegangan yang erat. Perjalanan kita selanjutnya akan mengalami beberapa kali guncangan dan suara-suara bising!” Aku terkesiap, tubuhku juga limbung ke belakang ketika Aquilla tiba-tiba saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tidak manusiawi. Bahkan Jake di sebelahku sudah absen berbagai jenis sumpah serapah, mengumpati Aquilla yang benar-benar tidak memberikan peringatan lain perihal keberangkatan mereka.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Tanpa menunggu tanggapan dari Felix, Helena bergegas mendorong trolinya. Setelah menjauh beberapa langkah dari Felix, air mata Helena langsung menetes. Agar tidak menarik perhatian pengunjung yang lain, dengan cepat Helena menyusut cairan bening di sudut matanya, kemudian menarik napas dalam-dalam untuk mengurai sesak di dadanya.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 989 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

BRAKKKK Kasar, Saka menendang triplek yang ada di depannya. Dia bangun, langkahnya cepat, menghampiri gadis yang terkejut melihat tiba-tiba ada Saka disana. Tanpa ijin, dan kejadiannya begitu cepat, Saka merampas kamera dari tangan gadis itu lalu membantingnya. PRAKKK "KAMERA GUE!" gadis itu berteriak histeris, panik buru-buru mengambil kembali kameranya, tapi telat. Lensa kameranya sudah pecah.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

sebuah kain merah dilempar ke udara, tanda balapan dimulai. Tanpa pikir panjang, Arusha memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Sepertinya rasa takut tak menguasainya sekarang, yang ada ia hanya memikirkan bagaimana caranya agar adrenalinnya bisa terpacu lebih cepat lagi.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dia menyalakan mesin mobil lalu tancap gas menuju rumah sakit terdekat. Suasana pagi di hari senin, membuat jalanan ramai dan macet di beberapa titik. Berulang kali, Bayu menoleh ke belakang, memastikan keadaan Asih. Penampilannya sudah tak lagi rapi seperti semula. Jas yang dia pakai sudah terlepas, menyisakan kemeja biru dengan kancing atas yang terbuka. Rambut acak-acakan dengan mata gelisah saat melihat wajah Asih yang pucat pasi. Klakson terus dibunyikan, bahkan dia melongokkan kepalanya keluar dan berteriak meminta jalan. Setelah beberapa saat, akhirnya Bayu menginjak gas dalam dengan degup jantung yang semakin cepat.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai rushing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status