Sisa Rasa
Kabut tebal turun tiba-tiba, seperti tirai putih yang menutup segalanya.
Pandangan Selin menyempit jadi hanya beberapa meter di depan.
“Ya Allah, tolong lindungi aku,” gumamnya pelan, tangan mencengkeram setir lebih erat.
Ia menurunkan kecepatan sampai 40 km/jam, lampu hazard dinyalakan. Mobil-mobil lain juga melambat, tapi tetap ada yang ugal-ugalan melaju cepat lalu menghilang dalam kabut. Selin terus berdoa dalam hati.