Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpikat Janda Montok

Terpikat Janda Montok

Hingga Haikal mulai gelisah di dalam mobil menunggu istrinya yang tak kunjung keluar. "Ini si montok ke mana sih, katanya sebentar. Ngerjain suami saja!" gerutunya kesal.
1091.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Cinta Monyet? ********************************
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

"Kamu lama banget sih? Nganterin belanjaan aja bisa berjam-jam?" Mendongak, mata yang tinggal 5 Watt milik Naomi bersitatap dengan punya Adrian yang melotot. ***
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Ayo makan! Aku sudah lapar.” Cita melepas napas pendek. Menatap Japanese Risotto with Seared Salmon di depannya, dengan meneguk ludah. Begitu menggoda, dan membuatnya mendadak lapar. “Kayaknya enak, Mas. Udah lama aku nggak makan beginian.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 957 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Tapi, siapa sangka nyalinya terhadap bulu babi tidak sebesar ukuran tubuhnya itu. “Mana ada bulu bali di sini Somplak! Lah kok pake sepatu ini?” protes seorangnya lagi. Seorang lelaki bertubuh kurus dengan tinggi badan seukuran ketiak orang pertama tadi. Ia lebih galak dan terlihat lebih otoriter dibandingkan temannya itu. “Cuma ini yang ada di kapal, Bro! Pake ajalah, sama-sama sepatu boot kan. Bulu babi kek, ular air kek, kalau kena patok bisa berabe, Cuy!” ucap lelaki gemuk itu.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

"Sudah tidak memberontak lagi? Ingin menikmati permainanku?" Lelaki itu meletakkan kembali kamera video miliknya kemudian membuka kedua paha mulus milik Riri. Selama ini Riri begitu menyanjung Ayus. Wanita itu selalu rajin merawat mahkota miliknya. Tentu saja hal ini membuat kedua mata lelaki asing itu membulat saat menghujamkan miliknya ke inti milik Riri. Terasa terjepit dan bahkan terbilang seret.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

jawab Mimong asal. "Hahahahhaa dasar." ************
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

ucap Purnomo tersenyum sambil menyerahkan mangkok yang penuh dengan lontong sayur. Tanpa pikir panjang, Mawar mengambil mangkok itu dan segera memakannya dengan lahap. Setelah dapat separo dia bertanya, “Keadaan ayahnya Anita gimana, Mas?” “Ayahnya sudah ditangani,” jawab Purnomo singkat.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

protes Jihye. “Tidak dimanja kok, hanya ingin membelikan sedikit saja, Tidak apa-apa kan?” Jihye mendengkus kasar sementara makhluk mungil itu mengangguk antusias dengan bentangan senyum yang menyisakan satu garis pada wajahnya. "Ma!"
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

Mata Raniya terbelalak lebar, pria itu, si om-om buaya mesum itu memang tidak bisa diberi umpan secuil saja. “Nggak ada ya, udah tidur aja di bawah situ!” balas Raniya ketus sambil berjalan sedikit mengangkang pindah ke kasurnya, tampak lucu di mata Abimana. “Apa liat-liat, hah?” “Kebas banget ya? Butuh salep nggak?” “Diem!” Raniya melotot kemudian meloncat ke ranjang, tidak mau mengingat benda panjang berurat itu.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status