Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
SaDriS

SaDriS

“Thanks for your time and goodbye😊” BLA BLA BLA BLA deretan pesan darinya menghujani ponselku,sebenarnya aku masih bingung dengan yang ku rasakan akan tetapi pesan darinya membuatku tau bahwa ia ingin mengakhiri hubungan ini dan ya aku pun antusias untuk mengakhirinya... “ya awake dewe tekan semene wae, sepurane nek aku duwe salah juga karo awakmu” “Diomongke apik² yank,awake diwe ketemu ndisek”
9.62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Hahaha." "Uhk." Sadena terbatuk, napasnya terengah, lalu memuntahkan darah ke samping kiri. Pukulan Zoe sangat menyakitkan dan dalam sekejap membuat perutnya nyeri luar biasa. "Arghh." "Masih kuat?" Wasit bersimpuh di sebelahnya dan bertanya. Sadena diam, hanya satu yang terlintas di pikirannya saat ini. Selin. Jika ia menjawab 'tidak' maka sama saja dia memberikan Zoe kemenangan cuma-cuma. Gue nggak mau mengecewakan lo, Sel.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Niat hati ingin mampir ke supermarket untuk membeli bahan masakan sebelum dirinya menuju apartemen Ken, yang ada malah dirinya terjebak sendirian di sini. Lea mengeratkan genggamannya pada kantung belanjaan yang berlogo salah satu super market besar. Gadis dengan rambut di kuncir setengah itu menggigit bibirnya sambil menunduk. Dingin. Dia sudah mencoba menghubungi Ken, tapi ponselnya tidak aktif. Terang saja, tadi sebelum Lea pergi ke supermarket Ken sudah bilang bahwa dia ingin tidur dan ponselnya sedang lowbat yang mana saat ini pasti sudah mati. Ugh, bisa Lea bayangkan Ken yang sedang bergulung di balik selimut tebal dengan nyaman, berbanding terbalik dengan dirinya yang malah terciprat
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
Scorpio

Scorpio

Cup "Apapun gue lakuin buat lo Regina Ancella," Rava bangkit dari ranjang UKS, ia mengacak rambut Regina dan berlari dari tempat itu sebelum perempuan itu marah dan mengamuk. Regina tersadar, ia menyentuh bibirnya merasakan sesuatu benda sempat menempel pada bibir Gina. Rava cowok itu yang sudah mencium Regina dalam hitungan detik.
82.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Weww! **********************
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

Hati nya benar benar was was saat berada di samping Kafka. "Kak rumah aku di cluster cendana, blok A nomor 12." ucap Zanna memberi tahu. Tidak ada respon dari Kafka. Dia masih fokus menyetir. "Kak.. rumah aku bukan ke arah sini." lirih Zanna pelan, dia membenar kan posisi duduknya. Perasaan nya saat ini benar benar ketakutan, saat Kafka melewati cluster tempat dimana Zanna tinggal.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai s/z
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status