Pesona Upik Abu
"Bapak minta maaf, Sri. Ini semua gara-gara Bapak. Kalau saja Bapak nggak khilaf ... kalau saja Bapak nggak sentuh judi itu lagi, Ibu nggak bakal dibawa sama mereka."
Sri tetap mengayunkan sapunya. Mengumpulkan remah-remah tanah kering dan pecahan kecil ke dalam pengki. Ia mendengar, tetapi memilih untuk mengunci rapat mulutnya.
"Bapak benar-benar tobat, Sri. Bapak janji nggak akan judi lagi seumur hidup Bapak. Tolong ... tolong selamatin Ibu, Sri. Mereka itu kejam," ratap Pak Surya lagi, air matanya kini luruh, membasahi pipinya yang lebam dengan sesal yang begitu dalam. "Hanya kamu yang bisa nolongin ibu. Tolong ibu, Sri. Bapak nggak mau kehilangan dia. Bapak udah kehilangan anak kandung
Sikat na Kabanata