KAMAR KEDUA
“Bukan takut. Tapi kayak orang yang disuruh buru-buru. Dia sempat bilang, ‘Ya sabar.’”
Arga mengerutkan dahi. “Sabar buat apa?”
Roman menggeleng. “Gue nggak ngerti konteksnya.”
Satria menggaruk dagunya pelan.
“Dua minggu sebelum kecelakaan,” katanya perlahan, menyusun pikiran, “dua klien terakhir Prabu, dananya nggak sampai.”
Arga langsung menatapnya. “Dua klien terakhir,” ulangnya.