Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sabitah

Sabitah

ujar Reandra lirih. Pemuda tinggi bertelinga unik itu akhirnya memilih beranjak untuk pulang. Setelah memanggil menu jas hujan pada jaringan penyimpanan, Reandra mulai melangkah keluar. Terlihat jalanan yang basah dengan genangan air menghiasi dan hujan juga tinggal menyisakan rintik. Namun, beberapa orang memilih bertahan untuk berteduh walau sebenarnya mereka memiliki teknologi mutakhir agar tidak perlu takut dengan basahnya air hujan. Misalnya, baju anti air yang bisa menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Atau payung hologram yang bisa melindungi keseluruhan tubuh walau terlihat begitu transparan.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
Misteri Di Balik Pernikahan Safiyya

Misteri Di Balik Pernikahan Safiyya

"Pakai ini. Walau nggak bisa membantu Mas nya merasa hangat, setidaknya bisa melindungi dari hujan. Ah, bawa juga payung ini. Rumah saya dekat dari halte bus, jadi nggak masalah. Saya bisa menerobos hujan." Nalen menatap kepergian Safiyya dengan perasaan tak menentu. Ia menatap jaket yang gadis itu berikan lalu tersenyum samar. Siapa pun dia, Nalen sangat berterimakasih. Karena berkatnya ia merasa jauh lebih baik.
9.3K viewsCompletedAdded to Library 353 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

ucap Dedalu. Laiba tidak menjawab yang ada malah tersenyum kecil sambil mengangkat pandangannya pada payung yang melindungi mereka berdua, tiba-tiba Laiba malah teringat ucapan Bram tempo hari jika kata apa kabar juga dapat di artikan aku merindukanmu tapi hanya orang tertentu yang dapat mengartikannya jika pun Laiba tahu akan hal itu dirinya pun tidak akan berani. "Gunakan payungnya hujan masih akan terus turun," ucap Dedalu sambil mendekatkan pegangan payung itu ke arah Laiba yang membuat punggung laki-laki itu terkena hujan.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
No, it's You!

No, it's You!

“Sini biar aku bantu” “What ...?” jawab Sabrina tidak mengerti. Samudra mengambil tongkat pel dari tangannya dan mulai mengepel lantai. “Aku bisa melakukannya sendiri” kata Sabrina hendak mengambil si tongkat pel itu lagi. Entah kenapa hari ini tongkat pel ini seperti sebuah piala, menjadi rebutan antara dia dan Samudra. “Kamu bisa ngepel?” lanjutnya tak mempercayai pandangan matanya sendiri. Samudra Abimanyu, pemilik SAP group, playboy kelas kakap dengan setelah baju mahal dari rumah design ternama eropa sedang mengepel lantainya. “Sewaktu aku tinggal di luar negeri, kamu pikir siapa yang membersihkan apartemenku” kata Samudra.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
Kembalilah Padaku

Kembalilah Padaku

Kebaikannya begitu tiba-tiba sampai membuatku terbata-bata. “Kelihatannya, cuaca yang tidak bisa diprediksi di Surabaya telah mempersiapkan aku dengan baik,” katanya, mengisyaratkan payungnya. Dia tersenyum sekarang. Ujung bibirnya sedikit menaik, tapi tidak cukup sampai bisa dikatakan senyuman. “Keuntungan yang tidak diduga,” kataku, tersenyum berterima kasih juga. “Ini, pakai saja payungnya. Sepertinya hujannya akan berlangsung cukup lama,” katanya, menawarkan payungnya padaku.
9.286.9K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku

Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku

Satu berukuran kecil untuk dirinya sendiri, dan satu lagi berukuran cukup besar ycang cukup untuk dua orang. “Silakan dipakai, Mayor.” Dia mengulurkan payung besar itu ke arah Raiden. “Saya cuma punya dua payung di kedai ini. Yang besar ini untuk Mayor dan Dokter, biar bisa dipakai berdua.” Raiden menerima payung itu. “Terima kasih.” Di sampingnya, Nicolle langsung mengernyit. Jelas sekali dia menolak ide berjalan kaki di bawah payung yang sama dengan pria itu.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

kata Sonia. “Oh, oke!” Bi Umi berbalik badan dan pergi, lalu kembali dengan sebuah payung. Dia menyerahkannya ke Sonia dan tidak lupa berpesan, “Payung ini harganya berjuta-juta, Non. Gunakan dengan hati-hati.” Sorot mata Sonia agak dingin, tapi wajahnya tetap tenang. Dia membuka payung itu dan melangkah di bawah rintikan hujan.
9.81.7M viewsCompletedAdded to Library 56.7K Times as sablon payung terdekat
Show Reviews (281)
Read
+Library
Lulu annie
ini adalah novel china terjemahan , novel aslinya sudah tamat , ceritanya bagus , setiap tokoh di dalamnya punya keterkaitan satu sama lain , dan masing masing dari mereka di ceritakan perjalanan kisah cintanya ,bagus banget ,setiap ceritanya gak perduli tokoh manapun seru gak bosenin
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

*** Sudah nyaris jam sepuluh, aku masih di lobby gedung menunggu hujan deras berhenti, atau seenggaknya mereda. Dasar aku, di waktu yang sepertinya mulai masuk musim penghujan ini malah gak bawa payung. "Mba Siska, pake payung ini aja, gak apa-apa. Tapi besok bawa lagi ya.. Hehe." Pak Andi, sekuriti, tiba-tiba sudah berdiri di sampingku, menawarkan payungnya dengan senyum sumringah. "Gak Pak, makasih. Bentar lagi juga berhenti hujannya. Hehe."
8.314.1K viewsCompletedAdded to Library 424 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
ARINDA

ARINDA

Petir, kabut, dan bau hujan tentunya. " Pelangi tidak akan muncul kalau hujannya sederas ini." Aku menoleh ke arah lelaki yang kini tengah melindungi ku dengan payung berwarna hitam. Ditepi danau, hanya ada kami berdua, dibangku panjang, didekat kotak surat. " Siapa yang tengah menunggu pelangi?" " Kau"
2.7K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Dia berlari ke tengah hujan dan menumpang bersama teman laki-lakinya yang barusan lewat di depan kami. "Jangan lupa besok kembalikan ya, itu payung ajaibku", teriak dia dari tengah hujan yang telah dia hampiri dengan buru-buru. Aku tidak bisa menjawab perkataannya, karena dia begitu cepat menghilang bersama temannya di tengah hujan yang dari tadi mulai deras. Aku mulai membuka payung yang Ian berikan. Di tangkai payungnya terukir nama Ian dengan tulisan indah yang rapi.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as sablon payung terdekat
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status