Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Sang CEO di Ujung Desa

Cinta Sang CEO di Ujung Desa

Jaket itu masih terasa hangat, entah karena udara lembab atau karena ia membayangkan kehangatan tubuh Arga menempel di sana. Sari sedang duduk bersila di bawah, memeriksa sebuah peta kertas yang terbentang di lantai. Tangannya gesit menandai jalur dengan spidol merah. “Jalur selatan lebih aman. Kita bisa keluar kota lewat jalan lama yang sudah jarang dilalui. Tapi… ada dua pos pemeriksaan.”
10622 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku

Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku

Tak hanya itu, beberapa perusahaan besar mempercayai sektor keamanan mereka kepada Safety Guard. Dan dalam enam bulan kedepan, perusahaan ini akan membuka cabang baru di Bali dan juga Palembang. Tentu sangat pantas pujian itu dilontarkan untuk Satria. Diusia kepemipinannya yang masih seumur jagung, dia sudah membawa citra perusahaan ke arah yang lebih baik. "Terima kasih. Tapi ini semua tidak akan terjadi jika tanpa kalian yang membantu saya." Sahut Satria tak mau berbesar diri. "Bagaimana kalau untuk merayakan ini kita makan siang bersama diluar?"
106.2K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Disangka Anak Magang, Suamiku Ternyata Bos Besar

Disangka Anak Magang, Suamiku Ternyata Bos Besar

sapa Rangga, suaranya mencerminkan kecemasan yang terpendam. "Selamat malam. Silakan duduk," Dokter Neo membalas dengan suara yang menenangkan. "Ada yang bisa saya bantu? Atau ada keluhan yang dirasakan Bu Febby?" Rangga menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Begini Dokter, tugas saya di kota ini telah usai. Saya dan istri berencana kembali ke Sun City. Namun, ada kekhawatiran mendalam terkait kesehatan istri dan calon buah hati kami, yang kandungannya sudah memasuki bulan keempat. Apakah aman untuk naik pesawat dalam kondisi seperti ini?" Dokter Neo merenung sejenak, memahami betul bobot kekhawatiran yang dibawa oleh pasangan tersebut.
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 549 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Sayang, Yuk Balikan

Sayang, Yuk Balikan

Di arah yang ditunjuk Sandy, ada hutan yang sangat luas. Hutan lebat ini tampak suram, kalaupun tanpa dedaunan yang menutupi, tidak ada yang dapat dilihat. Violet memandang Sandy yang mengikutinya di belakangnya. "Kamu yakin melihatnya?" Sandy mengangguk. "Ini adalah kampung halaman Carmelia. Tempat yang paling berbahaya sering kali merupakan tempat yang paling aman. Carmelia nggak akan pernah menduga bahwa kita akan menemukan tempat ini. Aku juga datang ke sini untuk mencobanya."
9.6123.6K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as safe flight sayang
Read
+Library
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

“Gue ogah ketemu lagi sama betina tua itu, Jul. Serius.” Raga terkekeh kecil. “Makanya gue kasih tau elu sekarang.” “Terus gue harus ngapain sekarang?” Raga menggeser rokok di jarinya. “Gue punya safe house. Aman. Jauh dari radar mereka.” Indra langsung bertanya, “Dimana?”
9.293.8K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as safe flight sayang
Read
+Library
Selamat Jalan, Mantan Suamiku

Selamat Jalan, Mantan Suamiku

“Sayang, jangan asal bicara. Meninggalkanku, kamu bisa ke mana? Sayang harus patuh, jangan selalu membuatku marah.” “Kamu nggak bisa hidup tanpaku dan aku nggak akan membiarkanmu pergi. Sudah kubilang, aku hanya bermain-main di luar. Cepat atau lambat, aku akan kembali padamu. Seumur hidup ini, kamu akan menjadi milikku selamanya.” Mendengarkan cinta yang menakutkan itu, tiba-tiba Jesika teringat akan sebuah pemandangan yang dia lihat dulu.
7.1K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Safir dan Delapan Berandal

Safir dan Delapan Berandal

Kalau rumah lo gak lagi aman, ada rumah di seberang lo yang bisa dijadiin tempat pulang Kepala Yasa terangkat, matanya menatap Safir hingga tangannya terulur menghapus air mata deras yang tak bisa terhenti itu. "Rumah ini aman, Safir. Tenang aja." Safir masih terisak, tapi kepalanya mengangguk pertanda dia mendengar apa yang Yasa katakan padanya. Begitu halus, lembut, terkendali menenangkan. Safir membungkuk, menarik pundak Yasa dan memeluknya, menempelkan wajah pada pundak kokoh cowok itu.
10433 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Terpaksa Menjual Kehormatan

Terpaksa Menjual Kehormatan

POV Bisma Para penumpang yang terhormat, selamat datang di bandara tujuan. Demi keselamatan dan kenyamanan Anda, harap tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang hingga kapten mematikan tanda Kencangkan Sabuk Pengaman. Harap periksa di sekitar tempat duduk Anda untuk barang-barang pribadi yang mungkin Anda bawa ke dalam pesawat dan berhati-hatilah saat membuka tempat sampah di atas kepala, karena barang-barang tersebut mungkin telah bergeser selama penerbangan. Atas nama maskapai bird air dan seluruh kru, kami mengucapkan terima kasih karena telah bergabung dengan kami dalam perjalanan ini dan kami berharap dapat bertemu dengan Anda lagi dalam waktu dekat. Semoga perjalanan Anda menyenangka
102.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

"Safe Zone hanya berarti kematian tidak datang secepat di tempat lain." Fabio menerima kunci yang dilemparkan kepadanya dengan satu tangan, tidak menunjukkan emosi sedikit pun. Sementara itu, Thalysa melirik Madame Daria dengan sedikit penasaran, berusaha memahami apakah wanita tua ini berbicara dengan niat baik, atau sekadar ingin menanamkan rasa takut. Namun, di kota seperti ini, niat baik dan kepentingan pribadi selalu berjalan beriringan.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as safe flight sayang
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Sopir Bapak

Terpaksa Menikahi Sopir Bapak

Aku mengangguk lalu bersandar dan mulai memejamkan mata. Perjalanan kembali ke Jakarta terasa begitu singkat dan mulus. Benar-benar uang bisa membeli kenyamanan. Mungkin itu sebabnya, banyak orang berlomba-lomba menjadi kaya. Setibanya di bandara Halim Perdanakusuma, mobil lain sudah menunggu, dan segera membawa kami langsung pulang ke rumah. "Tempat paling aman memang di rumah, Sayang!" Fatih menggenggam tanganku selama perjalanan. Aku tahu, kondisi saat ini memang tak memungkinkan untukku banyak beraktifitas di luar.
1062.2K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as safe flight sayang
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status