Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

Setelah mendengar kesulitanku, dia hanya butuh setengah hari untuk menyelesaikan kontrak. Angin dingin menerpa wajahku. Aku baru menyadari kalau secara tak sadar aku membuka jendela mobil. Dulu, Safea tidak suka bau rokok, jadi aku selalu membuka jendela agar udara masuk. Tapi tidak lagi. Martin menatapku lewat kaca spion. "Nyonya, pergi ke mana selanjutnya?" "Bandara," jawabku sambil memadamkan puntung rokok. "Pesankan penerbangan tercepat ke Sixili."
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

"MInggir, bukan urusan lu, iblis!" "Aku akan mengantarmu pulang," kata Sagara. "Lepas! Nggak perlu! Aku bisa pulang sendiri!" Safira berusaha melepaskan genggaman Sagara. "Jangan, berbahaya!" ucap Sagara pelan. "DI sini lebih berbahaya lagi. Kamu mau merusak aku lagi haah?" Mata Safira membulat, sangat menohok. Jalanan sudah mulai terlihat ramai. Tanpa pikir panjang, Sagara segera mengunci pintu mobil dan mulai melajukan kendaraannya.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti CEO Arrogant

Istri Pengganti CEO Arrogant

jawab Satya, menatapnya penuh perhatian, seolah menanti kata-kata yang mungkin bisa mengubah segalanya. Riana menarik napas panjang, kemudian tersenyum samar. “Safe flight. Jangan lupa kabarin kalau sudah sampai di Amerika. Semoga semakin sukses di sana.” Kalimat itu meluncur begitu saja, membawa serta segala perasaannya yang tersembunyi.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Aku tidak menjawab satu pun. Saat waktu boarding semakin dekat, dan mereka perlu beberapa puluh menit perjalanan ke bandara, Andre tidak punya pilihan selain naik mobil bersama beberapa orang. Namun dia tak bisa menahan diri untuk mengirim pesan, [Tasya, kamu harus belajar dari kesalahanmu dan jangan diulangi lagi!] Saat dia naik pesawat. Aku dan orang tuaku sudah duduk di rumah utama Keluarga Yunandi.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Para pelanggan merasa terganggu dan ada yang ketakutan juga. Kejadiannya di restoran cabang yang baru dibuka lima bulan yang lalu. "Aduh, ya ampun, Jeng, itu berbahaya sekali." Bu Ratih kaget mendengarnya. "Sekali lagi maaf ya, Jeng, kami harus pergi. Padahal kami masih mau mengobrol lebih banyak lagi." "Tidak apa-apa, Jeng. Saya memakluminya." "Kalau begitu kami pamit dulu ya, Jeng, Clara."
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Kakak Ipar

Dinikahi Calon Kakak Ipar

Safir menggeleng, ia lebih memilik kembali ke rumah Kei daripada nantinya mengganggu pria itu. “Nggak Mas. Aku mau pulang aja," tolak Safir halus. “Siapa yang jamin kamu selamat sampe rumah huh? Kemungkinan anak buah Elan juga masih di sini.” “Insyaa Allah aman. Allah ‘kan jaga kita.”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Hanya Safa yang tidak mampu berbuat apa-apa, akhirnya ia menenggelamkan wajah pada pangkuannya. Mengetahui hal itu, Nia angkat bicara, “Tenang saja, Safa! Kita akan baik-baik saja!” Safa mengangguk lega, namun hanya beberapa saat. Setelah ledakan kembali terdengar, dan moter melakukan manuver menanjak tidak karuan, Safa kembali memeluk lututnya. “Pasang sabuk pengaman, kita akan terbang dengan kecepatan super!” ujar Nai.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

Sanggapati sontak menyahut, "ini termasuk jalan yang paling aman, tahu?" "Sejak kapan jalur utama tidak aman dilalui?" tanya Kai lagi. "Semenjak aku dan Aska latihan gabungan di ujian pasir nagog yang sebelumnya. Jalur utama kini benar-benar tidak aman lagi. Ada cindaku di sana, itulah kenapa aku memutuskan mengajak kalian ke jalur ini," jelas Sanggup. "Bukankah kalian itu bakal adiwira? Bagaimana bisa kalian membiarkan cindaku menghalangi jalur utama bukit, ha?" Kai mulai menghardik.
1019.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

Ia menoleh ke belakang, menyapu kerumunan turis dan pekerja kantor yang berlalu-lalang. "Ada apa, Ra?" Vanessa ikut menoleh dengan bingung. "Entahlah... aku merasa seperti diikuti," ujar Naura, suaranya sedikit bergetar. "Jangan paranoid, Ra. Ini Singapore, salah satu kota paling aman di dunia. Mungkin itu hanya penggemar yang mengenalimu saja." balas Vanessa menenangkan. “Sudahlah tidak usah dipikirkan. Let’s enjoy, Ra.” sambung Vanessa dengan mengelus bahu Naura lembut.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Kesayangan Sang Dosen

Kesayangan Sang Dosen

"Ini hanya badai, Ma. Itu hal biasa. Maskapai menunda penerbangan demi keselamatan kita. Itu artinya mereka profesional. Tidak ada yang perlu dicemaskan, Ma." Tania juga ikut menenangkan Mama Tyas. "Iya, Ma. Kami sudah di Bandara, sudah aman di dalam pesawat. Kami tidak akan terbang kalau bahaya. Mama jangan khawatir berlebihan, ya? Kami ini mau liburan, bukan mencari celaka." Di telepon yang lain, Papa Sudono mencoba menengahi Mama Tyas. "Tyas, tenang! Mereka baik-baik saja! Badai itu hal biasa!"
1045.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai safe flight sayang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status