ENAK, PAK DOSEN!
“Kalau ambil yang netral aja gimana? Kaya warna krem, coklat, atau kuning. Kan cocok untuk semua warna. Biarlah jenis kelaminnya jadi kejutan nanti.
Setelah Ara bicara demikian, Sagara nampak mengerutkan keningnya. Ia mencoba mempertimbangkan, sebelum akhirnya berkata, “Iya, sih. Gak masalah juga kalau nyiapin segala keperluannya warna netral. Tapi … rasanya kurang pas, deh. Kaya gak special gitu loh. Aku tetep mau pink atau biru. Makanya, nanti kalau tahu jenis kelaminnya, langsung belanja. Oke?”
Tahu kalau berdebat dengan Sagara hanya akan menguras emosi dan tenaga, Ara pun memilih setuju saja. “Hm, terserah kamu aja lah. Tapi, ngomong-ngomong, kamu sukanya anak cewek atau cowok?”
Hot Chapters