Sentuhan Panas Sahabat Suamiku
Begitu mereka turun dari tangga panggung, pria itu langsung melangkah mendekat sebelum Sean sempat membuka suara.
"Selamat ulang tahun, Kenza, Kenzi," sapa pria itu dengan suara berat yang tenang namun berwibawa. Ia mengulurkan tangan, menatap Kenzi dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Tujuh belas tahun. Usia yang luar biasa untuk memulai segalanya."
Sean tersenyum lebar, merasa bangga. "Kenza, Kenzi, perkenalkan ini Pak Dewanto. Beliau adalah kolega bisnis Papa, pemegang saham utama di perusahaan kita."