Gairah Anak Sahabatku
"Enak ya .... Kalau enak, makan yang banyak. Kapan-kapan juga boleh main lagi ke sini," ucapku dengan suara yang sedikit bergetar.
Namun, tatapan Marven tidak juga berpaling dariku. Rasanya seolah-olah sekujur tubuhku tergelitik, hingga membuatku kembali diselimuti oleh perasaan geli dan hangat yang sulit dijelaskan.
"Wah, bagus deh. Aku paling suka makan Bi Ellie ...." Belum sempat Marven menyelesaikan kalimatnya, ponselnya tiba-tiba berdering.