Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ajari Aku Salat

Ajari Aku Salat

tanya Zubaedah. “Iya, Ma. Mungkin tidak akan sampai malem. Hanya ada pertemuan agak mendesak saja.” Zahra mulai berakasi mengambilkan dia makanan. Porsi kecil, bahkan sama makannya Jelita saja lebih banyakan. Tapi sayur dan buahnya sangat banyak. Segelas susu rendah protein tersedia bersebelahan dengan jus buah yang belum sempat diminum tadi.
1033.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 900 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Asisten Tuan Angkuh

Asisten Tuan Angkuh

tegas Thea terbata bata, "Syukurlah, tadi aku sempat bingung. Lalu kakak menyarankan baju yang tidak terlalu ketat---karena lebih baik kebesaran daripada terlalu kecil, iyakan?" ***Bersambung.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Dan selalu meminta ixin tiapkali akan lembur dan pulang telat. Pesan dari Jo yang menagih motornya kuabaikan, termasuk pesan Mama yang bertanya aku sekarang dimana. Aku hanya tidak tega mengabaikan pesan Tandi, adik bungsuku yang berusia lima tahun yang baru belajar mengirim pesan melalui ponsel. Aku tersenyum tiapkali dia mengirim pesan yang ditambahi dengan stiker lucu, meski kadang aku kesulitan membacanya dan tidak mengerti apa maksudnya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

“Ada beberapa satuan ukuran di dunia ini. Yang terkecil adalah iku. Cara menghitungnya adalah dengan menyatukan kedua tangan kita di depan dada lalu kita ukur panjangnya dari siku yang satu ke siku yang lainnya. “ “Yang kedua adalah lipa. Satu lipa sama dengan lima puluh iku. Lima belas lipa sama dengan satu olti. Dan delapan olti sama dengan satu karaj.” Aku mengangguk lalu mencoba mengukur sikuku. Sekitar delapan puluh sentimeter. Jika perjalanan kami sudah lebih dari dua ratus karaj artinya, Aku menggaruk kepalaku seperti orang bodoh. “Satu karaj sama dengan enam ribu iku.” Lanjut Era sepertinya memahami aku yang kesulitan menghitung.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Dokter lalu menggerakkan alat USG itu naik turun. "Ini mau program apalagi?" ujar bu dokter. "Tapi masih kecil baru dua belas mili meter ukurannya, usianya baru empat Minggu," lanjut sang dokter. Pernyataan Ibu Dokter membuatku dan Mas Adry saling menatap. "Apa mungkin alat itu salah ya? Soalnya kami belum pernah berhubungan," ujarku tak percaya dengan hasil alat USG itu. Bersambung
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Tinggal Seatap dengan Maduku

Tinggal Seatap dengan Maduku

Pinta Cassandra "Baiklah, tapi ini sudah malam. Berbaringlah aku akan menemanimu." Ucap Ahmad kemudian mengelus-elus rambut coklat Cassandra hingga sang empunya terlelap dibuai mimpi. Setelah Cassandra tertidur, Ahmad menuju kamar Zia, membukanya perlahan dan berjalan kearah kamar mandi. Ia merasa gerah dan lengket karena kegiatan seharian yang melelahkan. Setelah mandi dan merasa segar ia mendekati Zia dan memperhatikan gadis itu lekat-lekat. nampak paras cantik Zia yang mungil. Zia memang jauh lebih kecil dibanding dirinya. ketika berdiri disebelah Ahmad, Zia hanya setinggi dadanya. Zia juga masih sangat muda, umurnya terpaut dua belas tahun dengannya.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
GADIS LUGU TAWANAN SANG TIRAN

GADIS LUGU TAWANAN SANG TIRAN

"Sial, kenapa terlihat besar sekali!" to be continued
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Rungan ini terbilang cukup luas. Eka bergumam pelan sambil melihat-lihat daftar buku yang berjajar rapi di sana. BRUK! Tanpa sengaja, Eka bertabrakan dengan seseorang. Memiliki paras tampan, tinggi 170 cm dan putih. "Maaf," kata Eka spontan, sesaat setelah menabrak pemuda itu. Eka pun mendongak, dilihatnya pemuda tersebut. Ternyata ia pemuda yang sama, yang beberapa saat lalu dibicarakan oleh para gadis.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
JILBABER JUGA MANUSIA

JILBABER JUGA MANUSIA

“Solusinya. Kamu pakai jilbab yang lebih tebal. Atau, dobel memakai jilbab dengan warna yang sama. Kalau kamu mau, bisa bikin sendiri untuk daleman jilbab. Kebetulan kakakku jualan daleman jilbab. Kamu mau? Murah, kok.” Atika mengernyitkan dahinya. Ini Husna maksudnya mau mengingatkan atau mau promosi jualan, ya? Kok, jadi pengen suuzon gini jadinya? Tapi masa iya sih omongannya bukan untuk tujuan menasihati? Soalnya kalau dilihat-lihat, Husna dan Firda memang selalu memerhatikan jilbab yang mereka pakai. Berukuran lebar dan tebal. Jadi tidak memakai dalaman pun, leher atau bagian tubuh mereka tidak terlihat dengan mudah oleh orang lain.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Lelaki Masa Lalu yang Hadir Setelah Kepergian Suamiku

Lelaki Masa Lalu yang Hadir Setelah Kepergian Suamiku

Termasuk kado yang dipegang Mbak Retno yang berisi handuk, kado yang ada pada Mbak Husna yang ternyata berisi piring plastik dan terakhir punyaku. Dengan sangat hati-hati aku membukanya, lalu bibirku tersenyum saat melihat isinya. Ternyata sebuah sajadah berwarna coklat keemasan. Sajadahnya sangat tebal dan terlihat wah, karena lain dari sajadah biasanya. "Wah dapet sajadah Turki tuh, Mbak," kata Prista. Mbak Retno dan Mbak Husna saling berpandangan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai sajadah kecil tebal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status