Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

"Eu? I... Iya Pak!" Nayara segera mengangkat lemari itu dengan segala kekuatan yang dia miliki. Walaupun gadis kecil dia yang memiliki berat badan hanya empat puluh delapan kilo gram dan tinggi yang hanya seratus lima puluh delapan kali ini dia bisa mengangkat lemari itu hingga lima senti meter. Namun tiba-tiba entah berasal dari mana ada bulu-bulu halus yang menempel di hidung nya dan membuatnya ingin segera bersin.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Asa diujung Sajadah#book2

Asa diujung Sajadah#book2

ucap Adil seraya membuat gerakan menepuk-nepuk pelan perutnya. "Baik." Jihan menulis pesanan Azzam dan Adil pada secarik kertas. "Tapi mengaduknya jangan kelamaan ya, Han?" interupsi Adil. "Baik, Pak. Kami memang tidak pernah mengaduk gula di dalam teh. Biasanya pelanggan yang mengaduk sendiri," terang Jihan lagi.
10101.4K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Gadis Kecil

Gadis Kecil

Anggi membuka suaranya tanpa rasa takut. "Besar? Badanmu aja masih dibawahku, apanya yang besar?" Lucas menatap seluruh tubuh Anggi dari atas kebawah, seketika tatapannya terhenti di bukit kembar miliknya yang ukurannya berbeda dengan tubuhnya yang kecil. Anggi menyadari tatapan Lucas seketika menutup dengan kedua tangan "Matanya di kondisikan, bang." Lucas yang tersadar langsung mengalihkan pandangan "Pikirannya jangan kearah sana aja!"
686 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

Cibir buk juli Erika melihat ikanbelanjaan yang diambil, lagi - lagi benar kata buk juli mungkin tak akan cukup jika nenek sudah tinggal disini dengan porsi yang sebelumnya. Meski ikannya bisa dibagi tiga itu pasti terlalu kecil jadinya. "Yah ka, nih tambah lagi satu ekor ikannya". Bu ida menambahkan satu potong ikan lagi kebelanjaan erika.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
200 Sajak Tentang Awan

200 Sajak Tentang Awan

26 Januari 2011 ‘Dapat melihat cahayamu sebelum kamu kembali kerumah Hanya itu yang membuatku merasa lebih baik Mungkin kelak mataku tak mampu lagi menatapmu Sedalam aku melakukannya saat ini Perasaan ini tak semestinya ada Dan tak seharusnya terlalu lama Tapi hanya dengan seperti ini Aku dapat merasakanmu, dekat dan hangat Awanku, Aku tepat 90 derajat diatasmu Dan hingga detik ini Jantungku masih berdetak untuk alasan yang sama Awanku, Sajak ke-187 ini masih untukmu’ “Awanku, kamu pasti akan sedih juga bukan melihat pandangan nyinyir mereka kepadaku? Manusia selalu menghakimi apa yang mereka lihat, apa yang dilihat oleh mata telanjang tidak selalu dapat menjelaskan segalanya.” Gadis berwaja
2.4K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Mendadak Sah

Mendadak Sah

FLASHBACK ON Seorang gadis yang mengenakan baju rajut berwarna hijau, baru saja keluar dari perpustakaan kota. Terlihat dia membawa beberapa buku tebal yang akan digunakan untuk referensi tugasnya. Dia meraih ponsel memesan kendaraan untuk pulang. Katakanlah jika Runa merupakan manusia yang tak sabaran, ia terus menggerutu ketika yang ditunggu tak kunjung tiba. Gadis itu memutuskan untuk berjalan kaki menghemat waktu.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Dia menatap wanita paruh baya itu dengan wajah yang bodoh. "Apa?" "Ini." Bibi Sari memberikan satu gelas susu jahe ke tangan Fasya. Mau tidak mau Fasya menerimanya dengan bingung. "Nanti sekalian pijitin Pak Adnan gitu, pasti capek." Bibi Sari tertawa. Wajah Fasya semakin terlihat bodoh mendengar itu. Dia mengedipkan matanya berulang kali berusaha untuk menyadarkan diri.
1042.2K viewsCompletedAdded to Library 969 Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Dia berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka, membiarkan Amara melihat asetnya dengan jelas. “I-ini panjangnya berapa? Kenapa ini besar sekali?” tanya Amara, yang tangannya masih menutup mulutnya. “Panjangnya delapan belas senti. Diameternya empat senti,” ucap Adrian tiba-tiba. Dia sangat bangga dengan apa yang dia miliki. “Ini ukuran yang pas untuk menjamin kalau Bu Amara pasti keenakan sama saya. Rahim Ibu akan terisi penuh sampai ke ujungnya.”
10104.4K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Memang mimik wajah dan gestur tubuhnya sama sekali tidak bisa berbohong untuk menyembunyikan perasaan Kinan saat ini. “Eng ... bajunya pas, kan? Tidak kekecilan?” Kinan mengangkat kepala dan menatap mata pekat Saka yang sedang melihat ke arahnya. “Memang menurutmu ini kekecilan. Ini sudah pas banget. Kan aku sudah bilang kalau baju seperti ini kebanyakan all size.” “Hmm ... aku kan tidak tahu. Aku tidak melihat kalau pas atau kekecilan, sih.” Saka berkata sambil mendonggak ke atas seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
1071.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
LEGENDA PENDEKAR MABUK

LEGENDA PENDEKAR MABUK

sebut Ki Arga Saketi waktu itu. Dengan ilmu itu bisa membuat benda-benda jadi berukuran lebih kecil sesuai yang diinginkan. Saka membuat bumbung tuaknya sekecil gelas bambu. Dengan begitu dia tidak perlu ribet lagi selalu menggendong bumbung tuak di punggungnya walaupun sebenarnya sangat ringan. Namun, dengan bumbung lebih kecil bisa jadi ringkas. Tidak mencolok bagi penglihatan orang lain. Saka tidak takut kehilangan ciri khasnya.
1032.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as sajadah kecil tebal
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status