Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bosku Galak

Bosku Galak

"Mau gak saya ajak ngopi sama seseorang?" "Sama siapa?" "Mbak Jessica, penemu kopi sianida." "Mau, asal kamu ikut minum kopinya," jawab Pak Leo santai sambil mengerling padaku. Mengejek dengan elegan. Dasar Bos sableng! Ngomong-ngomong bos nyebelin kayak gini bisa ditukar tambah sama sendal jepit nggak, sih? Next
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 871 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

ucap Soraya pada Sasqia. “Iya, Ma.” Sasqia kemudian mengambil cangkir lain. “Aku mau bikin buat Mas Kael dulu.” Ia mulai menyeduh kopi sesuai selera suaminya. Takaran gula yang sedikit, tanpa krimer. Shiren yang berdiri tak jauh darinya memperhatikan. “Biar aku aja yang antar.” Sasqia menggeleng pelan. “Gak usah, Kak. Biar aku.”
1067.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

“Apa kamu yakin?” “I-iya, lihat ini.” Sagara kembali meneguk kopi itu lebih banyak hingga sisa setengah cangkir. “Belum pernah aku merasakan kopi seenak ini. Kamu semakin pandai, serius.” Di tempat lain, saat Sagara sibuk menahan rasa aneh di lidahnya. Dalam pantri, Jaka dan Bu Ida baru kembali usai menyelesaikan urusan mereka masing-masing. Jaka yang hendak membuat kopi untuk melepas rasa kantuknya menemukan tempat kopi dan garam tak berada pada tempatnya. Dan tergeletak begitu saja di atas meja pantri.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
30 Days Girlfriend

30 Days Girlfriend

"Empat, Ki. Empat takaran kopi." Diki mengernyit bingung atas perintah Amee. "Beneran empat shot nih, Mbak? Bakal pahit banget." "Bagus, makin pahit makin bagus. Kalo perlu bikinin dari biji kopi yang robusta, biar pahitnya nggak kaleng-kaleng." Meskipun bingung, Diki mulai menggerakkan tangannya meracik kopi sesuai permintaan Amee. "Yakin ya, Mbak?" tanyanya memastikan sekali lagi.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Ario menatap papan menu, yang tiba-tiba menyesuaikan tampilannya jadi hologram digital. “Satu Kopi Rasa Kenyataan yang Terlupakan. Panas.” --- Dimas mulai menyeduh. Ia mencampur biji kopi langka dari era kolonial, setetes susu dari sapi ilusi yang pernah bermimpi menjadi awan, dan bubuk gula dari momen saat seseorang menyadari dia dicintai. Saat disajikan, aroma kopinya menimbulkan getaran aneh. Randi langsung hidungnya mimisan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Asapnya menari pelan di udara, membingkai dua wajah yang duduk saling berhadapan. Zayyan duduk tenang, tangannya cekatan saat menuangkan kopi hitam ke dalam cangkir Mahesa. Gerakannya halus, nyaris meditatif, seperti barista profesional yang tahu persis bagaimana memperlakukan kopi dengan respek. “Ini dari biji kopi luwak produksi kami sendiri,” ujarnya sambil tersenyum kecil. “Pak Pradana, mau coba dan lihat apakah cocok di lidah Anda?”
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
S.T.M. (Siaran Tengah Malam)

S.T.M. (Siaran Tengah Malam)

“Susu sama kopi, Mbak.” “Buat siapa kopinya??” tanya Reni curiga. “Susu panasnya buat aku, Mbak. Haus banget tadi. Lagian, malam ini agak dingin, lumayan bisa buat anget-angetan. Tadinya aku mau tambahin jahe geprek, jadi bikin sujae – susu jahe begitu, tapi aku lupa beli jah –“ “Buat siapa kopinya!?” potong Reni sengit. “Aku itu nanyain kopi, bukan minta penjelasan susu!”
1021.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 730 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

terang Leo. “Ya, udah putus sama Andin hampir enam bulan lalu,” jawab Akira seraya menyesap espresso-nya. Memang kopi pilihan kedai Morning Mist ini memiliki kualitas terbaik. “Kopi apa ini Leo, kok enak banget sih?”Akira terdistraksi dengan rasa kopi dan harumnya yang benar-benar menggugah indra penciumannya. “Oh, ini kopi Flores Bajawa. Gue dapet satu supplier yang oke banget. Mereka juga sudah mulai ekspor ke beberapa negara.” ujar Leo bangga.
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

"Sialan, malah pergi ke sana lebih dulu. Harusnya aku yang diutamakan. Ini .... " Sarita mendengar gumaman yang dilontarkan Sagara untuk melampiaskan kekesalan atas sikapnya. Namun, wanita itu tetap membuatkan kopi untuk tamunya itu. Segelas kopi hitam jahe sudah siap, segera dibawa Sarita ke meja. "Silakan, Saga!" Sagara tersenyum, "Terima kasih." Sagara meraih cangkir tersebut dan mulai menyeruput kopi yang sebelumnya dihisap lebih dulu aromanya, "Aku suka cara kamu bikin kopi, Sari."
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 774 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Dear Dirga

Dear Dirga

“Karena emang ganggu.” Dirga terkekeh. “Tuh, kan.” Tiba-tiba Dewa datang membawa dua cangkir kopi yang mengepul harum, lalu duduk di tengah-tengah mereka. “Gue gak mau ganggu momen kalian yang manis-manis ini, tapi kopi ini harus dicoba. Arabika Sulawesi—langka.” “Thanks, Dew,” ucap Dirga sambil mengambil satu cangkir dan memberikannya ke Naykilla lebih dulu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status