Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

“Ck! Jadi kopi yang kamu bikinin itu dari istriku?” “Iya. Tiap ngasih selalu sepaket sama bubuk moka dan susu literan pakai botol kaca juga.” “Kok aku enggak dikasih tahu kalau itu dari istriku?” “Ini, kan, saya kasih tahu sekarang.” Satria berdecak. “Ya, maksudku dari dulu, Zafran! Aku kira kamu punya selera bagus karena bisa bikin kopi seenak itu.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Daster satin tipisnya kini sedikit tersingkap di bagian bahu, memperlihatkan kulit mulusnya yang putih bersih di bawah temaram lampu ruang tamu. "Ini kopinya, Jaka. Diminum dulu biar rileks," ucap Bu Susi sambil meletakkan cangkir itu di meja. Ia tidak duduk di sofa seberang, melainkan kembali mendaratkan bokongnya tepat di samping Jaka, bahkan lebih rapat dari sebelumnya hingga paha mereka bersentuhan. Jaka menatap cangkir itu, lalu menatap Bu Susi dengan bingung. "Loh, Bu... katanya tadi mau buat kopi susu? Kok ini cuma kopi hitam?"
9.8341.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

Anisa menaruh kopi itu ke meja, lalu ia ikut duduk di sofa. "Terimakasih, aku minum ya," ucap Atha lalu menyeruput kopi perlahan dan mengeryitkan keningnya. "Kok pahit?" tanya Atha lalu menaruh kopinya lagi. "Kamukan tadi yang minta," sahut Anisa ketus, lalu melangkah ke kulkas untuk mengambil cemilan.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
AKU TUNGGU DUDAMU

AKU TUNGGU DUDAMU

Saka menyadarinya dan sengaja menangkap basah Sharena, gadis itu gugup lagi dan segera mengalihkan pandangan. “Kopinya manis,” puji Saka setelah menghabiskan setengah gelas kopi itu. “Kopi hitam loh itu, Pak, masa manis. Gula yang kukasih juga enggak banyak,” sinis Sharena masih enggah menatap Saka. “Manis kok,” bantah Saka. “Masa, sih?” tanya Sharena tidak percaya. “Coba saja kalau tidak percaya.”
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

"Adanya apa? Toppingnya maksud gua?" "Nggak ada topping, bang. Kalo kopi ada cream nya," sahut Mario. Ia sudah pernah menyarankan kepada Alya untuk mengikuti tren pasar tetapi Alya dengan tegas menolak. Ia hanya menyajikan makanan dan minuman kesukaannya. Terlebih lagi ia ingin mempromosikan minuman sehat yang berbahan dasar buah dan yogurt. "Ya udah, deh. Itu aja nggak papa."
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

Semua kekhawatirannya ternyata tidak terbukti benar dan hanya dugaannya saja. “Eh ... Ayah. Mengagetkan saja,” gerutu Sofia sambil mengerucutkan bibir. Sofia melanjutkan kegiatannya mengaduk kopi lalu menaruh dua cangkir kopi milik Fuad dan suaminya Listi ke atas nampan. Semenjak pulang, Pak Harno selalu meminta Sofia untuk membuatkannya segelas kopi tiap pagi karena ia sangat menyukai kopi buatan Sofia.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Montok

Terpikat Janda Montok

sahut Jaja terkekeh. "Banyak yang pengen gua ceritain sama lo, Ja. Tapi bikinin kopi dulu dong. Biar enak ngobrolnya," pinta Haikal. "Ada tamu di anggurin aja." "Iya sorry." Jaja langsung menuju pantry membuatkan dua kopi untuk dirinya dan juga Haikal. "Silahkan di minum dulu, Tuan Haikal yang terhormat," ucap Jaja menyodorkan kopi tersebut.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Niat Jahat Majikanku

Niat Jahat Majikanku

Begitu membuka pintu, aku melihat kepala pelayan dimarahi habis-habisan oleh Pak Jeff dari dalam kamarnya. Setelah bertanya, aku baru tahu kalau Pak Jeff menderita gangguan bipolar. Satu-satunya yang bisa meredakannya adalah susu segar yang dikirim lewat udara setiap pagi. Sayangnya, pengiriman pagi ini bermasalah dan susu itu belum juga datang. Kondisi Pak Jeff sudah hampir tak bisa dikendalikan. “Eva, kita harus mencoba segala cara sekarang. Coba kamu menyusui Pak Jeff, lihat apa ada efeknya. Kalau Pak Jeff benar-benar kambuh hari ini, kita semua bisa kehilangan pekerjaan.”
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Ia kembali ke posisi awal dimana ia dan tim bekerja, kopi tersebut pun langsung ia berikan kepada Tio yang sedari tadi sudah menunggu dirinya. "Terimakasih sayang!"senyuman manis tergambar jelas dari wajah Tio Tio dengan bersemangat menyeruput kopi tersebut dengan santai,karena ia sebentar lagi akan memulai bekerja. "kamu gak mau merasakan kopi buatanku juga?"ujar Sophia teman wanita sesama model yang di kontrak oleh Sumi. Sophia mengetahui perihal kopi tersebut namun, berusaha menutupnya sendiri.
10618 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Di Ujung Jalan

Misteri Rumah Di Ujung Jalan

Saka pun tersentak mendengar suara yang tiba-tiba muncul di belakangnya. “Pak Senin bikin jantungan aja. Ini saya mau nganter kopi buat Bapak,” jawabnya sambil menyodorkan sebuah termos kecil. “Wah, Mas Saka ini memang baik orangnya. Kebetulan stok kopi di sini sudah habis.” “Iya udah cepat di minum keburu dingin.” “Ngomong-ngomong ini kopi enggak ada temannya, Mas?” tanya Pak Senin sambil menaikkan alis kanannya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status