Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

pinta Mamah ketika membangunkan aku yang sudah tertidur di dalam mobil selama perjalanan entah berapa jam lamanya. Aku pun mengangguk dan membalas senyuman Mamah lalu beranjak keluar dari mobil, setelah menutup pintu mobil Mamah menggandengku berjalan menuju ke sebuah rumah makan yang berada di tempat peristirahatan itu. Sebenarnya aku tidak terlalu berselera makan karena sedang mengkhawatirkan Nenek Uban, tapi aku tidak ingin membuat Mamah dan keluarganya berpikiran kalau aku masih sedih karena terpaksa ikut ke Jakarta bersama mereka. “Sarah kamu baru kali ini ya ke Jakarta?” tanya Mas Dimas ketika kami sudah selesai makan, aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan Mas Dimas.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

Dalam keadaan terjepit begini saja wabita itu masih bisa mengomel padanya. "Sudah?" tanya Luna setelah beberapa detik mereka diam karena Luna enggan menanggapi ocehan Siska. "Kamu--" "Maaf, Mbak ... Aku tidak berminat membantumu. Kalau soal tempat tinggal, kalian boleh tinggal di rumahku sementara ini, tapi nanti setelah aku dan Hendri resmi bercerai kalian harus keluar dari rumahku. Kalau soal hutang-hutangmu, maaf ... aku gak bisa dan gak mau bantu!" tegas Luna menyela Siska.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

ujar perjaka tua itu dengan mulut menganga. "Kamu itu terlalu sibuk ngurusin kambing sampai enggak tahu kalau Wulan sudah mau kawin," seloroh Pakde Pur. "Si panuan itu kenapa ke sini?" "Mungkin mau minta makan," "Bikin rusak pemandangan saja," ejek beberapa warga yang kebetulan melihat keberadaan Dirga.
161 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Asa diujung Sajadah#book2

Asa diujung Sajadah#book2

Sate padang Bu Iyet dan lontong pecel Bu Tatik. "Bagaimana jualannya hari ini, ibu-ibu?" Jihan mendekati stealing ayam penyet Bu Umi. "Alhamdullilah laris, Mbak. Tinggal beberapa potong lagi. Sate si Iyet juga laris. Apalagi lontong pecel si Tatik. Ludes... des... des..." Bu Umi membuat gerakan habis dengan jenaka. Tingkah lucunya ini diamini oleh kedua temannya. Mereka sangat gembira karena jualan mereka laris manis. Apalagi Jihan membebaskan mereka membayar uang sewa dengan suka rela. Makin bersyukurlah mereka semua. Sungguh, Jihan adalah orang baik yang sudah sangat jarang mereka jumpai di ibukota ini. Dalam hati mereka tidak berhenti mengucap syukur. Semoga saja pada hari-hari berikutnya
10101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

“Eleh-eleh! Resek banget sih kuntilanak ini!” Mungkin, akibat rasa jengkelnya pada Olive itu, mendadak saja Hekal menemukan kata-kata untuk membalas pantunnya. Maka cepat jarinya mengetik balasan untuk Olive, dan langsung mengirimkannya. Yup, ini adalah pantun yang pasti akan membuat Olive melongo. Bagaimana bunyinya? Begini.., ******** “Menanam melinjo tumbuhnya kacang ijo — Sesama jomblo dilarang ngatain jomblo.”
9.447.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sajak pantun
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

jawab Saka berseloroh. “Kok kapan-kapan?” rajuk Sri. “Temanmu Ardian saja sudah bela-belain dari Bogor ke Jakrta.” Sri sengaja memancing reaksi Saka. “Ya sudah nanti, kalau ada libur panjang, aku main ke Jakarta.” “Bukannya ada libur tahun baru ya?” tegas Sri. "Ga tahu juga.” Saka tak janji. “Soalnya lagi banyak pengiriman.” “Oke.” Sri bisa memaklumi pekerjaan Saka. “Tapi ditunggu ya!”
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Karena di kertasnya ada rangkaian kalimat, membuat mereka tidak perlu membuat puisi sendiri. “Wah, ternyata pasangan pertama kita ini mendapat potongan puisi dari satu puisi yang sama, jadi mereka hanya perlu membacanya, menyambungkannya agar jadi satu kesatuan. Dimulai dari yang ada judulnya,” ucap Bu Sri. Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Penuh pesona unik dari pria yang menapaki jalan Dukun catur. "Rajan Ajiq, itu namamu, kan." Ucap Sajada, "Kau bicara terlalu banyak. Serius lah, mulutmu bisa jadi hama hanya dengan mendengar mu bicara..." Tubuh saja sudah siap melaksanakan rencana dalam benaknya. Rajan mengangkat alis. "Orang yang terlalu banyak gaya kesombongan biasanya tewas duluan, kau tau ini bukan!"
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Dia yang lemah, dia yang penakut, dan dia yang tak seperti manusia pada umumnya. Jam dua pagi, Jim masih bertahan menahan matanya sambil menghitung kertas-kertas yang dibuat sedemikian rupa, menjadi sebuah pajangan dinding kamar, sangat antik dan unik. Hanya orang sabar dan terlatih yang bisa menghasilkan karya serumit itu. Namun, di menit ke dua puluh setelah jam dua dini hari, Jim tak bisa bertahan. Dengan kondisi yang masih bersandar ke dinding matanya mulai meredup tak bisa melawan kantuk.
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status