Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
STARMOON

STARMOON

cibirku padanya yang dicibir malah menaikan pundak tak peduli. “Selama jatuh cinta, sajak terus memenuhi kepalaku, dengan mudah merantai kata mungkin kini aku bisa mengalahkan kepopuleran buku sajakmu dikalangan negeri ini” sombongnya mencibirku balik. “Coba saja” kami terkekeh dalam kesunyian sama sama merindukan pujaan hati, yang kini berlindung dimalam dimana liam merindukan bulannya dan aku merindukan bintangku.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Pengamen jantur itu mulai meneriakkan syair-syair Jawa sambil menari-nari. Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

“Dan Aku adalah Sajak Dao itu sendiri.” "Namun sosok He Sura yang kau kagumi dan kau puja - puja itu adalah sebuah eksistensi yang diluar batas nalar pikiran abadimu, baik immortal maupun dewa surga, bahkan jalan surga tak mampu menolaknya..!" Jang Xuan terdiam. Tubuhnya bergetar halus, bukan karena takut, tapi karena kebenaran itu terlalu besar untuk ditampung pikiran fana.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya Untuk pertahanan hidup kita Jika aku menangis, dia berkata “Untuk apa kamu menangis, hidupmu masih panjang, teruslah berjuang, anakku!” Itulah ibuku, hidupku selalu ibuku Setelah membacakan sajak itu, saya terdiam sejanak, menyembunyikan air mata yang akan tumpah. Entah kenapa santri-santri banyak yang menangis pula, lebih-lebih santri putri. Saya yang berdiri di depan,
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Hobi benar dia bergelantungan kayak beruk di sana. "GR banget. Siapa juga yang kangen? Aku hanya tidak ingin kamu tinggalkan di sini." Aku membuang muka karena Rara mengubah kembali wajahnya menjadi begitu buruk rupa. "Aku barusan pergi boker. Mulas banget ini perut. Mungkin kebanyakan makan jambu air di pohon sebelah." Sembari meraut rambut panjangnya, Kuntilanak itu tertawa terkikik-kikik.
9.93.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

"Aku punya pantun lho buat Ayang." "Pantun?" "Iya. Dengerin ya ..." Safira mengangguk. "Darimana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta, Dari Safira turun ke hati." "Cieee cieee ... Asyiiik prikitiww ..." sahut Dina dan Santi barengan. Safira tersenyum, tapi kemudian berlalu begitu saja seraya menarik tangan kedua rekan kerjanya.
9.959.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Dia mengedarkan pandangan, entah apa yang sedang dicarinya. "Sudah selesai, Sa. Lagian ngapain kamu pengen lihat tarian kayak gitu nggak ada yang menarik sama sekali." Ajeng terlihat kesal. "Tante lupa kalau Esa itu penyuka seni. Bukankah sebelum bekerja dengan Papa, Esa adalah seorang pelukis. Jadi, seni apa pun akan sangat menarik bagi Esa."
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Legenda Naga Langit

Legenda Naga Langit

Dia merasakan sesak di bagian dadanya. "Luar biasa, pola seranganmu sangat cepat dan sulit untuk di baca oleh lawan," ungkap Dwi Tunggal. "Kau terlalu memuji, kau hanya kehilangan fokus sehingga seranganku dengan mudah mengenaimu," balas Batik Saka yang tetap dengan tabiatnya yang rendah hati dan tidak terlalu suka di puji, karena menurutnya pujian senantiasa membuat kepuasan diri yang akan menghambat perkembangan ilmu kanuragan.
9.7174.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai sajak pantun
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Herman
min Abimana sudah banyak dapat warisan dan pelatihan, kok masih kesusahan melawan pendekar2 yang se usianya, contohnya di sayembara. kesannya kayak tidak ada prningkatan setelah dari dunia siluman, padahal sudah dapat banyak warisan dan pengalaman waktu di dunia siluman mestinya menang lebih mudah
Baca Semua Ulasan
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

sahut Alisia dengan manjanya. "Sabar dong aku kan lagi sama mama," ucap Raka kesal. "Mas aku laper makan yu?" Ajak Alisia pada sang suami. "Yasudah masak yuk sama mama," ajak Bu Karin pada menantu keduanya itu.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status