Benih Haram Kakak Ipar
“Nat, aku ambil dulu obatnya. Aku lupa tak membawanya tadi, atau kamu buatkan saja dulu bubur atau appaun yang bisa Ge makan karena obatnya harus di minum sesudah makan.”
“Loh, bukannya itu obat Mas?” Natasha menunjuk sebuah plastik putih yang terdapat logo sebuah klinik.
“Itu… itu cuman obat Magh, kalau obat yang lain di mobil.”
“Memangnya Ge sakit apa saja?”
“Anu, itu, sepertinya asam lambungnya naik.” Tangan Natasha terulur akan meraih obat yang berada di tas Gesahara.
“Nat! Ge harus makan, sebaiknya kamu ambilkan dulu.”
Hot Chapters