Perjalanan Sang Perukiyah
“Jadi … lima hari yang lalu, Yu Tini itu mengeluh sakit perut. Katanya sudah dua hari nggak bisa BAB. Sudah pakai cara tradisional, kayak makan makanan yang berserat, tapi nggak ada perubahan. Akhirnya, aku sarankan Yu Tini untuk ke rumah sakit saja. Periksa.”
Bai dan Ken mengangguk. Mereka menyimak dengan serius.
“Pas periksa malah nggak dibolehin pulang karena di sana Yu Tini mulas hebat. Kram perut istilahnya, ya, Yu.” Bulek Tini mengangguk lemah.
“Lalu?”