Perjalanan Waktu Adara
Kelopak bunga sakura yang terbang berguguran tertiup angin, menambah kesan indah bagi setiap pengguna jalan terutama bagi sepasang remaja yang berboncengan, tampak tertawa bahagia.
"Ra, pulang dari gramed mau ketemu Bunda dulu nggak?"
"loh emang nggak apa-apa, Kak?"
"Ya nggak apa-apa. Lagian Bunda juga kangen katanya." Ucap Sagara, memperhatikan raut wajah Adara dari kaca spion. Laki-laki itu tersenyum, melihat bagaimana banyak perubahan dari raut wajah gadis dibelakangnya. Bingung, penasaran, takut, bahagia. Itu yang Sagara lihat dan rasakan.
Hot Chapters