Malam Terakhir di Singgasana
"Kalau kau nggak mau patuh, aku akan menghukummu. Aku nggak akan membiarkan jiwa dan ragamu beristirahat dengan tenang!"
Telapak tangannya perlahan menelusuri wajahnya, sampai ke matanya yang terbuka lebar, seolah mencoba menutupnya. Namun, sesaat kemudian, dia tiba-tiba menyadari sesuatu dan melepaskannya, menatap tajam ke arah mata kosong itu.
Bukankah seharusnya orang yang terbakar sampai mati akan menutup matanya?