Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Bahkan saat bekerjapun bayangan Sinta memenuhi kepalanya. Membuatnya sulit untuk berkonsentrasi. “Kenapa kopi buatanmu rasanya jadi tidak karuan seperti ini, Sa?” gerutu Brian. Bahkan kopi yang biasa dibuatkan oleh Sasa, sekretarisnya terasa aneh dan tidak seperti biasanya. Suasana hati Brian benar-benar mengerikan sepagi ini bahkan sudah ada dua anak buahnya yang kena semprot.
1054.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as sastra kopi
Read
+Library
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

sahut Nareswara. "Minta kopi agak banyakan, Sa," celetuk Narapati. "Kopi sudah ada di meja, Bang. Plus teko listrik, teh, gula, dan creamer," tutur Herjuno, Adik Mahesa. "Aku mau kopi khas Bandung, Dek. Apa namanya?" tanya Narapati. "Enggak tahu aku. Kalau kopi khas Sukabumi dan Cianjur, aku tahu," balas Herjuno.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as sastra kopi
Read
+Library
Pesona Cinta Sang CEO

Pesona Cinta Sang CEO

Salsa menyodorkan secangkir kopi capuccino yang masih mengebul. "Kopinya, Om," ucap Salsa. "Terima kasih." Dewa menerima kopi tersebut. Perlahan Dewa mulai menyeruput kopi panas tersebut, tetapi belum sempat meneguknya. Tiba-tiba Dewa menyemburkan kopi itu, Salsa yang berdiri di sebelahnya terlonjak kaget. Wanita dengan balutan kaos lengan pendek dan celana di atas lutut itu merasa heran. Apakah kopi yang Salsa buat tidak enak, sampai-sampai Dewa menyemburkannya.
1040.3K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as sastra kopi
Read
+Library
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

Sifa sosok wanita sholehah idaman surga. Sifa membuat dua gelas minuman, satu kopi pahit untuk Gendhis dan segelas susu hangat untuk dirinya. Dia berjalan ke belakang rumahnya, terlihat Gendhis duduk dibawah pohon. Sifa menghampirinya. “Ini kopinya! Pahit tanpa gula sesuai dengan pesanan,” kata sifa menyerahkan kopi panas. Dia kemudian duduk di samping Gendhis. Gendhis mengambil gelas itu, menikmati aroma kopi yang menguar bersama uap panas.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as sastra kopi
Show Reviews (6)
Read
+Library
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Read All Reviews
DUKU (DUDA KUAT)

DUKU (DUDA KUAT)

Satria menoleh ragu dan mendapati kedua orang tua Salsa tengah berpelukan saling menguatkan. "Lima belas ribu, Mas," ujar penjaga kantin sambil memberikan 1 cup kopi susu pesanan Satria. "Tambah teh manis hangat dua cup," pesan Satria lagi. Setelah mendapatkan satu cup kopi dan dua cup teh manis, dengan menggunakan nampan kantin, Satria berjalan mendekat pada meja orang tua Salsa. "Assalamualaikum, Pak, Bu." Satria tersenyum ramah, lalu meletakkan dua cup teh yang sengaja memang ia pesan untuk orang tua Salsa.
9.9177.3K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as sastra kopi
Show Reviews (39)
Read
+Library
iwan bandoenk
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 𝐝𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐝𝐫 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐲𝐠 𝐰 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐒𝐚𝐭 𝐲𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐛𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐰 𝐜𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫-𝐜𝐞𝐧𝐠𝐢𝐫 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐤𝐲𝐤 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐠𝐢𝐥𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞"𝐝𝐢 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐰 ......
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Sleeping With Mr. Arrogant

Sleeping With Mr. Arrogant

“Nggak apa-apa kan dengan sarapan paginya? Atau–” “Nggak apa-apa,” potong Saka. Kemudian dia meneguk kopinya dan lagi-lagi tertegun. Rasa kopi itu... sangat pas di lidahnya. Bahkan rasanya lebih enak dari dua kopi favoritnya. Saka melirik Renata yang kini duduk di kursinya, sedang meminum segelas susu. “Bi Ambar yang ngajarin kamu buat kopi ini?”
105.7K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as sastra kopi
Read
+Library
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Seorang pramusaji datang membawakan dua buah cangkir coffee latte dengan gambar dua angsa dan daun hati, serta croissant yang beraroma sedap. "Sayang, sorry aku pesankan minumannya tanpa bertanya dulu. Apa kau ingin menambah sesuatu?" Sophia bicara dengan sangat manis dan nada manja yang dibuat-buat. Axel menggeleng. Ia tidak berniat makan. Aroma kopi, krim, dan susu yang berpadu menggelitik saraf pemuda itu. Harumnya yang khas begitu menenangkan meski di hadapannya seekor ular berbisa sedang merencanakan sesuatu. Setidaknya setelah secangkir latte ini habis, Axel akan punya alasan untuk segera pergi.
1019.4K viewsOngoingAdded to Library 582 Times as sastra kopi
Read
+Library
Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Baru satu sesap saja Satria langsung menyemburkan kopinya. "Panas, makanya hati-hati," kata Alma. "Bukan masalah panas, tapi kopinya asin," bantah Satria. "Kamu mau ngerjain aku?" tanya Satria. "Asin? Masak sih," kata Alma mencoba kopi yang baru saja di minum Satria. "Ya ampun, ini ulah Inara," kata Alma. "Jadi kopi ini yang buat Inara? Aku kan suruh kamu," kata Satria kesal.
1022.3K viewsCompletedAdded to Library 691 Times as sastra kopi
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

Trotoar juga penuh dengan beberapa pedagang sekitar yang baru saja dari atau ingin ke pasar. Sampai disana. Warung Kopi Pak Rawa. Aroma kopi sudah terasa dari jarang 2 bangunan sebelumnya. Tempat ini merupakan tempat bersejarah setelah pasar dan warung Mie Ayam Bu Sri. Sembari menunggu mas Arka menjemput. Dia dan Hasta menunggu disini. Biasanya Hasta memesan kopi dan Nyimas dengan kopi susu. Kopi disini terkenal asli. Nyimas pernah ikut membantu menggiling biji kopi menjadi bubuk. Karena itu dia tahu sedikit beberapa jenis kopi.
9.82.8K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as sastra kopi
Read
+Library
Lima Tahun Tak Disentuh

Lima Tahun Tak Disentuh

Begitulah lelaki dan sebenarnya yang dirugikan adalah perempuan yang hanya dijadikan obyek pemuas. Amara masuk membawakan kopi untuk Satria. Kopi yang selalu membuat Satria ketagihan. Sejak pertama Amara bekerja di sana, lidahnya sudah jatuh hati dengan kopi buatan Amara. Dia baru menyadari kalau dulu Abiyan sering memuji kopi buatan Amara. Kopinya, sih, sama, tapi takaran sajiannya yang beda, mungkin Amara membuatnya dengan sepenuh hati hingga menjadikan rasa kopi buatannya begitu enak. “Nanti makan siang ikut aku,” kata satria, masih tetap dengan suara yang tidak terdengar lembut.
1067.8K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as sastra kopi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status