Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Selena dan Nayaka berceloteh. Cantika meraih mug lalu menyeruput kopi yang masih hangat, keningnya seketika mengernyit. “Ezra … kenapa ya? Kamu tahu ‘kan aku suka banget aroma kopi? Tapi sekarang … entah kenapa, baunya bikin aku mual.” Ezra tertawa kecil, tapi kemudian menatapnya curiga. “Bikin mual?”
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Godaan Papa Teman Anakku

Godaan Papa Teman Anakku

ucapnya, yang membuat Satrio tersenyum samar. "Baik, kak." ucap si pelayan sambil menuliskan semua pesanan Clara, lalu ia menoleh kepada Satrio yang masih diam saja. "Bapaknya mau pesan apa?" tanyanya dengan sopan kepada Satrio. "Kopi hitam tanpa gula." jawab Satrio singkat. "Ada tambahan lagi, Pak?" "Gak ada." "Baik, di tunggu..." Setelah menulis semua pesanan keduanya, pelayan kafe itu pun undur diri.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tak Sempurna

Pernikahan Tak Sempurna

"Abang mau minum apa?" "Apa aja boleh, asal jangan yang bersoda." Sakti menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa, sangat nyaman. Nara mengambil dua botol kopi susu yang biasa dia minum. Melihat Sakti yang wajahnya lelah, Nara pikir kopi dingin akan membantu Sakti terlihat lebih segar. "Ini bang, cuma ada kopi ini," ucap Nara seraya menyerahkan botol di tangannya, lalu duduk di sebelah pria itu.
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Masa Lalu

Terjerat Cinta Masa Lalu

tegur Karina, sambil menepuk pundak Satria. "Iya sayang, kenapa? Maaf aku tadi kurang fokus," jawab Satria. "Ini kopinya diminum dulu," ucap Karina, sambil menyodorkan secangkir kopi mix cappucino kesukaan Satria. "Tapi aku kan nggak minta dibikinin kopi sama kamu." "Kamu memang nggak minta, tapi aku tahu, kopi ini bisa mengerti perasaanmu, dan sedikit mengurangi bebanmu," ujar Karina, dia tersenyum manis ke arah Satria.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Zombieing

Zombieing

Waah, sepertinya itu seru. Tok tok tok "Masuk" Bian yang tadinya sedang halu membayangkan aneka jajanan, sontak tersadar dan pura-pura fokus dengan komputer yang menampilkan gambar resort yang sudah sempurna jadi. "Ini pak kopinya" ucap Naira sambil meletakkan secangkir kopi hitam dengan asap yang sedikit mengepul di atasnya. Ia pun langsung menyeruput pelan kopi itu, dan yeah, kopi buatan Naira selalu enak. Sebentar, sepertinya ada yang aneh. Kenapa ia merasakan ada susu kental manis di kopi ini?
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi beraroma kuat yang aku sukai, asam dan pahit menyatu dalam pekatnya ampas. Kopi ini tumbuh berupa semak-semak berdaun hijau lumut yang menghasilkan biji-biji kecil berwarna hijau lalu berubah menjadi merah ketika siap untuk dipetik. Kopi khas Malayaka, ditanam oleh suku yang binasa. Aku menghela napas sejenak. Mereka benar-benar suku yang hebat. Aku sangat berterimakasih atas kopi mereka.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan

Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan

Kiana penasaran dengan apa yang dikatakan Tristan kepada ibunya sampai membuat ibunya mau melindunginya. "Oh ya, baru-baru ini aku mengirim beberapa kaleng biji kopi dari Kolombru melalui jalur udara. Aku baru saja menggilingnya kemarin. Jadi, hari ini aku minta barista untuk menyeduhnya agar semua orang bisa mencicipinya." Nyonya Haswara memberi isyarat ke arah sana dan seorang pelayan segera membawakan kopi. "Kalau rasanya pas di lidah semua orang, aku akan jadikan sebagai oleh-oleh agar semua orang bisa membawanya pulang nanti."
9.7426.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.8K kali sebagai sastra kopi
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
Oma Euis
ceritanya sangat menghibur dan kocak,, sangat suka dng gaya bahasa dan ceritanya ,the best pokonya. sudah bosan baca baca novel dng gaya cerita yg pemeran utama slalu di sakiti meskipun endingnya bahagia,, baca novel itu utk menghibur dan bahagia bukan jadi nambah mood kesel dan terbawa marah
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
Gawat, Nyonya Minta Jatah!

Gawat, Nyonya Minta Jatah!

Sartika mempersilakan Agus duduk santai di sofa empuk. Dia kemudian sudah muncul sambil membawa nampan kecil berisi dua cangkir keramik. Sartika tersenyum super manis, menyimpan cangkir ke atas meja marmer. "Nih, kopi susunya khusus buat penyelamat saya hari ini," kata Sartika sambil menyodorkan cangkir. Agus menerimanya dengan seringai usil. Matanya sengaja melirik ke arah cangkir Sartika.
1074.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Menikahi Calon Suami Adik Tiri

Menikahi Calon Suami Adik Tiri

ucap Selena sopan. "Minum dulu. Biar kepala Anda agak dingin," ujar Satria sembari melonggarkan sedikit dasinya, menampilkan kesan maskulin yang kuat. Namun Selena diam saja. Ia memerhatikan secangkir kopi didepannya. "Itu bukan kopi sianida. Tenang saja."
140 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Ksatria Prabangkara

Ksatria Prabangkara

desis Sima sambil mencondongkan wajah cantiknya ke arah Kebo Sita. “Kau tahu arak di Kithara sangat terkenal diseluruh daratan utama. Jadi aku cicipi beberapa teguk sambil menunggumu,” ujar Kebo Sita seraya menuangkan arak dari kendinya ke gelas kecil bermaksud untuk meminumnya. Namun belum sempat Kebo Sita meminum araknya, Sima dengan cepat menahannya. “Sudah hentikan Kebo Sita,” ujar Sima sambil memelototi Kebo Sita.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status