Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kuli Gagah Spesialis

Kuli Gagah Spesialis

"Tidak apa-apa. Saya bisa menunggu selama apa pun. Terima kasih banyak atas kerja keras Anda, Dokter." "Ini sudah menjadi tugas saya. Omong-omong, kopi di ruangan Bapak ini aromanya sangat khas. Kopi lokal, ya?" tanya Sisca dengan santai, mencoba mencairkan suasana agar obrolan tidak terlalu kaku. "Ah, iya. Ini kopi robusta dari kebun teman saya di daerah Jawa. Kalau Dokter mau, saya bisa minta pelayan buatkan satu cangkir," tawar Wildan ramah.
1014.8K viewsOngoingAdded to Library 339 Times as sastra kopi
Read
+Library
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

“Ck! Jadi kopi yang kamu bikinin itu dari istriku?” “Iya. Tiap ngasih selalu sepaket sama bubuk moka dan susu literan pakai botol kaca juga.” “Kok aku enggak dikasih tahu kalau itu dari istriku?” “Ini, kan, saya kasih tahu sekarang.” Satria berdecak. “Ya, maksudku dari dulu, Zafran! Aku kira kamu punya selera bagus karena bisa bikin kopi seenak itu.”
105.8K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as sastra kopi
Read
+Library
Pemikat Hati Sang CEO

Pemikat Hati Sang CEO

Percikan air hujan membasahi jalan setapak menuju sebuah cafe bergaya klasik. Aroma kopi menguar dari dalam cafe, menajdi pemikat bagi pecinta kopi untuk singgah dan mengecap kenikmatan dari kopi racikan sang barista. Ketika kalian menyesap pahitnya kopi yang dihidangkan barista yang bernama Keysa, kalian akan terpedaya dan sulit untuk melupakan rasa yang Keysa berikan. Secangkir kopi yang Keysa hidangkan akan membuat kalian terbawa ke dalam jerat swarnadwipa milik Keysa.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as sastra kopi
Read
+Library
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Selena dan Nayaka berceloteh. Cantika meraih mug lalu menyeruput kopi yang masih hangat, keningnya seketika mengernyit. “Ezra … kenapa ya? Kamu tahu ‘kan aku suka banget aroma kopi? Tapi sekarang … entah kenapa, baunya bikin aku mual.” Ezra tertawa kecil, tapi kemudian menatapnya curiga. “Bikin mual?”
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 465 Times as sastra kopi
Read
+Library
Godaan Papa Teman Anakku

Godaan Papa Teman Anakku

ucapnya, yang membuat Satrio tersenyum samar. "Baik, kak." ucap si pelayan sambil menuliskan semua pesanan Clara, lalu ia menoleh kepada Satrio yang masih diam saja. "Bapaknya mau pesan apa?" tanyanya dengan sopan kepada Satrio. "Kopi hitam tanpa gula." jawab Satrio singkat. "Ada tambahan lagi, Pak?" "Gak ada." "Baik, di tunggu..." Setelah menulis semua pesanan keduanya, pelayan kafe itu pun undur diri.
1013.2K viewsOngoingAdded to Library 475 Times as sastra kopi
Read
+Library
Pernikahan Tak Sempurna

Pernikahan Tak Sempurna

"Abang mau minum apa?" "Apa aja boleh, asal jangan yang bersoda." Sakti menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa, sangat nyaman. Nara mengambil dua botol kopi susu yang biasa dia minum. Melihat Sakti yang wajahnya lelah, Nara pikir kopi dingin akan membantu Sakti terlihat lebih segar. "Ini bang, cuma ada kopi ini," ucap Nara seraya menyerahkan botol di tangannya, lalu duduk di sebelah pria itu.
1021.0K viewsCompletedAdded to Library 462 Times as sastra kopi
Read
+Library
Terjerat Cinta Masa Lalu

Terjerat Cinta Masa Lalu

tegur Karina, sambil menepuk pundak Satria. "Iya sayang, kenapa? Maaf aku tadi kurang fokus," jawab Satria. "Ini kopinya diminum dulu," ucap Karina, sambil menyodorkan secangkir kopi mix cappucino kesukaan Satria. "Tapi aku kan nggak minta dibikinin kopi sama kamu." "Kamu memang nggak minta, tapi aku tahu, kopi ini bisa mengerti perasaanmu, dan sedikit mengurangi bebanmu," ujar Karina, dia tersenyum manis ke arah Satria.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as sastra kopi
Read
+Library
Zombieing

Zombieing

Waah, sepertinya itu seru. Tok tok tok "Masuk" Bian yang tadinya sedang halu membayangkan aneka jajanan, sontak tersadar dan pura-pura fokus dengan komputer yang menampilkan gambar resort yang sudah sempurna jadi. "Ini pak kopinya" ucap Naira sambil meletakkan secangkir kopi hitam dengan asap yang sedikit mengepul di atasnya. Ia pun langsung menyeruput pelan kopi itu, dan yeah, kopi buatan Naira selalu enak. Sebentar, sepertinya ada yang aneh. Kenapa ia merasakan ada susu kental manis di kopi ini?
2.2K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as sastra kopi
Read
+Library
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

“Aku tahu isi kepala Mas Sastra, makanya mending aku pijat di spa aja.” “Kalau ke spa kamu harus bayar,” kata Sastra mendesis sambil mengusap dadanya dengan ekspresi kesakitan yang dibuat-buat. “Kalau sama aku gratis, plus ada paket tambahan.” Nada memicing, menaruh curiga. “Paket tambahan apaan?” Sastra berdehem. “Paket tambahan yang berisi kasih sayang, cinta, dan kepuasan. Komplit, kan?”
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 769 Times as sastra kopi
Show Reviews (25)
Read
+Library
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Read All Reviews
OTW Menjanda

OTW Menjanda

“Mau minum apa? Di sini ada es teler yang enak, minuman jamu tradisional, dan es dawet.” Satria tidak segera menjawab. Mungkin pilihan yang diberikan tidak ada yang menarik. “Atau kopi, Bang? Di sebelah timur ada kedai kopi yang peralatannya aneh-aneh.” “Aneh-aneh?” “Iya. Alat seduhnya unik. Katanya perkakas itu dikumpulkan dari berbagai negara.” Mata Satria bercahaya sekilas. “Boleh. Kita coba yuk, seberapa aneh.”
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 542 Times as sastra kopi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status