MERTUA RASA MADU
Sesaat aku terdiam, terpaksa menyerah dan menerima pemberiannya, dia tersenyum puas sementara aku mengangguk pasrah.
Di saat yang sama, ketika kami masih saling berjabat tangan tiba-tiba Mas Dirga datang. Dia membuka pintu pagar dan terhenyak melihat aku dan kakaknya saling pandang.
Terlebih ada bungkusan coklat dan beberapa plastik belanjaan membuat tatapan suamiku makin nanar. Sepersekian detik aku sadar, bahwa suamiku sedang curiga, kutarik tanganku dari genggaman Mas Devan lalu tanpa sengaja amplop coklat itu terlepas, isinya tumpah dan sukses membuat suamiku terperanjat. Dia kaget dan menatap kami bergantian dengan raut wajah kesal dan kecewa.