Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!
"Sampah, kamu belum pergi juga? Nunggu apa? Nunggu kartumu ditolak karena saldo nggak cukup, lalu dikembalikan baru kamu puas?"
Di mataku saat ini, Malia tidak lebih dari anjing liar yang menggonggong di pinggir jalan. Aku lantas tertawa dingin. "Aku tunggu kamu menjilat lantai."
"Kamu sudah gila karena miskin ya? Tolol! Sial banget! Mana satpam?" Malia menatapku dengan jijik.
Namun, saat dia hendak memanggil satpam, sales tadi sudah berlari kembali sambil membawa kartu bankku. Seorang manajer mengikuti di belakangnya.