KUNTILANAK MERAH
Di dalamnya… ia menemukan ruangan yang penuh buku tua, keris, dan jimat-jimat dari berbagai suku.
Di tengah ruangan itu, ada sebuah lukisan besar bergambar pria muda dengan tatapan tajam dan sorban merah.
Tertulis di bawahnya:
> “SATTO: DUKUN PENYEGEL GUNUNG KELAM, 1999.”
Ucup mendesah pelan. “Pantes… makhluk-makhluk itu pada resah. Yang jaga mereka sekarang mantan bosnya.”
—
Meski begitu, Pak Satto tak pernah menyalahgunakan kekuatannya. Ia hanya ingin hidup damai, menjadi penjaga pos, menyapa warga, dan mengusir makhluk halus sambil ngopi.