Tukar Ranjang
Nadira kini hidup sebagai ‘putri’ Sartika dengan kenangan baru yang perlahan-lahan dibangun bersama kasih sayang.
Namun Sartika tahu, tak selamanya kepingan memori bisa dikubur. Ia sadar, akan tiba waktunya ingatan Nadira kembali, dan ketika itu datang, mungkin ia tak akan sanggup menahan kepergian itu untuk kedua kalinya.
“Ma!” panggil Nadira, menoleh. “Mama kenapa? Kelihatan sedih.”
Sartika buru-buru menyeka ujung matanya yang tiba-tiba basah. “Enggak, sayang. Mama hanya bahagia lihat kamu kembali ceria kayak gini. Rasanya seperti mimpi.”