Keperkasaan Tukang Kebon
Waterverrikekasih sabda perkasakepergokcerita mertua perkasakopi pria perkasa
"Tentu saja, Bu. Sebenarnya simpel saja. Jahe segar diiris tipis, direbus sebentar, tambah madu dan lemon. Kalau Bu Maya mau, saya bisa siapkan dalam termos kecil setiap pagi."
"Boleh," Maya mengangguk, tersenyum tipis. "Terima kasih, Ratih."
Omelet sayur mengepul di piring putih polos, warna kuning keemasannya kontras dengan potongan hijau sayuran yang menyembul di sana-sini. Ratih menyeka setetes keringat di dahinya dengan bahu sebelum mengangkat piring dengan kedua tangan. Langkahnya pelan dan hati-hati, matanya fokus pada makanan yang masih panas itu.
Beliebte Kapitel