Berbagi Pilar
Empat panggilan tidak terjawab dari nomor tersebut.
Sila berusaha bangun dari sofa namun otot kakinya tidak merespon perintah otaknya, ia merasa lemas, lututnya bergetar pelan, kini ia merasakan nyeri di kepalanya yang cukup hebat. Sejenak ia membaringkan tubuhnya kembali. Mencari sisa-sisa kekuatan untuk menghubungi seseorang lewat pesan singkat. Satu-satunya nama yang langsung terlintas adalah Ninet, sayangnya, ia sadar bahwa Ninet masih berada di Bali.
Suara kendaraan berhenti tepat di depan rumah Sila, ia mendengar suara panggilan dari seseorang dari balik pagar rumahnya, namun ia tidak memiliki cukup daya untuk memeriksa si pemilik suara tersebut.
Bab Populer