Black Finger (Indonesia)
katanya.
Diran memalingkan wajahnya. Ia malu, karena mengira Lady Vanvier tidak mengerti apa-apa. Padahal hampir lima puluh tahun berlalu, dan sebagian besar waktu dilewati dengan saling mengawasi. Lady Vanvier lahir di musim semi 49 tahun lalu. Masih terekam jelas bagaimana kakeknya, Rafael, menyambut gembira kelahiran cucunya. Saat kematian sang kakek, di pemakaman, Lady Vanvier yang masih berusia empat tahun memeluk Diran dan menangis di dada Diran dengan sangat keras. Ketika beranjak remaja, mereka lebih terlihat seperti sahabat, bahkan saudara. Hubungan mereka sedikit berubah ketika Lady Vanvier harus menikah dan tinggal di luar Slavidion. Ketika ayahnya meninggal, Lady Vanvier terpak
Hot Chapters