Pengantin Dadakan
Kalau sutradara inginnya dia di sini, aku bisa apa?
“Yang tadi dicut nggak, Pak?” tanyaku sama asisten. Soalnya aku tadi sempat ngobrol sama Cantika.
“Oh, nggak, donk, itu nilai kelebihan acara ini. Lagian udah suami istri, Chef Jimmi, santai ajalah, kecuali pelakor yang kita hadirkan di sini, baru boleh panik.” Pak Asisten menepuk bahuku. Pasrah, tapi tak rela adalah perasaanku saat ini.
Hot Chapters