Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Dikunci sekalian. Argh! Aku cuma perlu tidur. Enggak peduli Sara dengan ketukan lagi ampe bego. Kusumpal telinga dengan gumpalan tisu, nutup kepala pakai bantal sekalian. Lebih nyaman ketika bersembunyi dalam selimut. Sayangnya, cuma bentaran. Nyanyian Grenade-nya Bang Bruno nyaring banget. Suara yang berasal dari ponsel di nakas sontak membuatku harus membuka mata. "Sial!"
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai selimut biru lirik
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Ida
Ini buku 5 yg sdh aq baca akan karya aldrich Smua bukunya bikin gemregetan dech Quote nya terkadang nonjok pikiran jga Dan semangat yaa Tlng tuntaskan tuh buku2 yg masih ngegantung Buat penasaran aja yg nunggu
Baca Semua Ulasan
Aku Bosan Menjadi Istrimu

Aku Bosan Menjadi Istrimu

"Tunggu sebentar!" Ibuk berjalan ke dalam, entah apa yang akan dilakukakan. Tak lama, beliau keluar, membawa sebuah map plastik berwarna hijau. Ibuk masih sibuk, mengeluarkan isinya, buku tabungan, dan kantongan kresek hitam. Entah apa hubunganya, antara buku tabungan dan kresek hitam. Aku menunggu tidak sabar. "Nduk, ini buku tabungan. Peganglah!" Disodorkannya buku tabungan berwarna biru padaku.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Kami tak ingat nama kami. Tapi kami tahu—kalian menyelamatkan kami.” Cucu ingin menjawab, tapi hanya bisa tersenyum. Rimba menunduk. “Kami ingin memastikan bahwa kalian ..., bahagia.” Liri menggenggam tangan mereka. “Kami adalah bentuk baru dari Akarlangit. Di sini, tak ada kematian. Tak ada Suar.” Tiba-tiba, langit berpendar merah. Liri mendongak. “Tapi..., ada sesuatu yang mengikutimu.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
AKU, KAU, & SELINGKUHANMU

AKU, KAU, & SELINGKUHANMU

“Bahkan sampai akhir, Abrar nggak pernah benar-benar suka sama Nuri. Dia meninggalkan semuanya buat kamu dan Andra. Sekarang kamu puas kan? Kamu selalu dapat apa yang orang lain mau, Miranda! Hidupmu sempurna, kamu selalu beruntung! Nggak seperti orang-orang seperti kami! Dan aku muak sama kalian semua. Kalian jahat, kenapa kalian semua nggak mati aja sekalian?!” Lina pergi dengan langkah penuh amarah. Tangisnya masih terisa, menetes penuh luka. Tanpa ia sadari, orang yang dianggapnya memiliki hidup yang paling sempurna, kini tengah merasakan hatinya yang perlahan-lahan retak tak tersisa. Dan itu adalah aku. *** She's imperfect, but she tries She is good, but she lies She is hard on herself
9.6151.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Bahkan aku yang jarang tersenyum, tanpa terasa bibir ini terangkat dengan sendirinya. "Couple atau yang biasa Mas?" tanyanya lagi. *Couple* mungkin itu akan terlihat bagus. Pikirku "Bisa lihat yang couple?" Pasti itu akan lebih berkesan. Aku mengambil kalung dengan liontin bulan sabit yang didalamnya terdapat bintang. Sekilas, kalung itu hanya satu kesatuan, namun jika dipisah, ada bulan dan bintang.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan

Laras menatap hadiah pemberiannya dengan mata berbinar. "Kalung ini sengaja kupesankan untukmu." Sena duduk di sebelah Laras. Tatapan kedua orang itu beradu melalui cermin. "Blue safir yang menjadi liontinnya dipercaya sebagai jimat untuk keselamatan dan menangkis kesialan." Laki-laki itu menjelaskan.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
OH DUDA

OH DUDA

Ia bahkan menggunakan gayung untuk memukul-mukul pintu, berharap Biru mendengar lalu datang ke sini untuk menolongnya. Sedangkan tanpa Sakina ketahui, sebenarnya Biru sudah ada di depan pintu kamar mandi. Ia sedang membuka You-tube dan memainkan lagu Lingsir Wengi. Hal itulah yang ia yakini membuat Sakina berteriak-teriak. Biru bahkan mendekatkan ponselnya ke pintu agar Sakina bisa mendengarnya dengan jelas. "Mas Biru! Tolong!"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

"Mas, apa kau mau bikin Melani cemburu? Dia sudah cemburu dan muak. Juga keluarganya itu. Mereka seperti ingin muntah saat melihatmu mengecup dahiku. Ya, kuakui sih itu sungguh romantis banget, membuatku tak bisa bernapas dan melayang-layang di udara, melewati lembah, ngarai, lautan, hutan ...." "Jani," Biru menatapku, sinar matanya memancarkan rasa geli, "kamu kok lucu banget sih kalau ngomong." Dia tertawa lebar. Terkekeh hingga tubuhnya berguncang. Sementar aku hanya manyun dan merengut. Aku berpaling membelakanginya. Aku ingin memprotesnya yang tidak mau bekerja sama memberikan informasi. Di luar dugaan, Biru malah memelukku dari belakang. Aku tersentak dan kaget setengah mati. Lengannya
1020.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 794 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Anak itu terlihat serius, tidak sedang bercanda. “Aku…” Lintang kecil kembali bicara lirih. “…kasihan sama Bunda.” Jari-jari tangan kecilnya mulai meremas pelan kotak susu di tangannya. “Bunda gak cerita... tapi... aku sering lihat badan Bunda biru-biru.” Napas Lintang langsung terasa berat. Rahangnya mengeras perlahan. “Biru-biru?” Suara Lintang terdengar lebih rendah sekarang.
874 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Membawa Lari Anak Kembar CEO

Membawa Lari Anak Kembar CEO

lanjutnya sembari menyelikan surai panjang Lara yang berwarna hitam ke belakang telinga. “Jangan khawatirkan aku, Sayang! Satu saja yang aku minta, kamu harus pulih. Aku tidak ingin kamu terkena baby blues lebih parah. Aku tidak ingin kamu berpikir bahwa semua ini adalah salahmu. Tidak! Manusia bernama Selim itulah yang sudah gila!”
9.9189.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai selimut biru lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status