Selena
“Sirius, aku masih belum bersih. Kau tidak bisa melakukannya sekarang.”
Wajah Sirius sudah memerah. Napasnya bakan sudah memburu. “Ah, aku lupa, Sayang.” Suaranya menurun dan terdengar kecewa. Sensasi serak juga terdengar jelas, pertanda gairahnya sudah hampir menguasai.
“Maaf ...,” kata Ilse penuh rasa bersalah.
Sirius hanya tersenyum. “Jangan meminta maaf. Ayo kita istirahat saja. Aku tahu, kau pasti sangat lelah mengurus Selena, bukan?”
Capítulos em Alta